Kasus Cacar Monyet Melonjak, AS Nyatakan Kondisi Darurat Kesehatan

Jumat, 5 Agustus 2022 14:44 Reporter : Merdeka
Kasus Cacar Monyet Melonjak, AS Nyatakan Kondisi Darurat Kesehatan Warga New York antre vaksinasi cacar monyet. ©KENA BETANCUR/AFP

Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat menyusul lonjakan kasus yang semakin meningkat.

Keputusan tersebut akan mempercepat distribusi vaksin, perawatan, dan sumber daya federal untuk mengurangi penyebaran virus.

Mengutip dari BBC, Jumat (5/8), virus tersebut merebak kurang dari dua pekan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan darurat tertinggi, menyusul lonjakan kasus di seluruh dunia.

Cacar monyet kini telah mencapai 6.600 kasus di AS, menurut pejabat kesehatan. Seperempat dari kasus ini muncul di beberapa negara bagian, termasuk New York yang menyatakan keadaan darurat atas penyakit itu pekan lalu.

Dua negara bagian dengan beban kasus tertinggi berikutnya adalah California dan Illinois yang menyatakan keadaan darurat awal pekan ini. Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, lebih dari 26.000 kasus telah dikonfirmasi di seluruh dunia tahun ini.

Meski siapa pun dapat terkena cacar monyet, wabah ini sebagian besar timbul di antara pria yang berhubungan seks dengan pria. Namun penyebaran bukan murni penyakit seksual yang menular (STI), tetapi juga dapat ditularkan melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

2 dari 2 halaman

Virus ini biasanya menyebabkan ruam seperti jerawat, yang bisa sangat gatal dan nyeri, lalu berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh, beserta komplikasi lainnya.

Infeksi biasanya ringan dan mudah sembuh dengan sendirinya pada pasien dewasa tanpa pengobatan atau rawat inap - tetapi WHO telah memperingatkan anak-anak banyak yang meninggal dari penyakit ini, angkanya pun cukup tinggi.

Para pejabat di AS dan di tempat lain telah merekomendasikan orang-orang dengan risiko terpapar tinggi - termasuk beberapa pria gay dan biseksual, dan beberapa petugas kesehatan harus diprioritaskan untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Presiden Joe Biden juga dituntut untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan penyebaran cacar monyet ini.

Vaksin cacar monyet sudah tersedia sebelumnya, tidak seperti saat Covid-19 muncul. Tetapi banyak orang masih harus menunggu dalam antrean panjang dan stoknya cepat habis.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan mengatakan pekan lalu mereka telah memesan tambahan vaksin, berjumlah lebih dari 5 juta dosis lagi, yang akan dikirim sampai dengan Mei mendatang.

Awal pekan ini, Gedung Putih juga mengumumkan pembentukan tim satgas penanganan cacar monyet nasional. Termasuk di dalamnya ada Dr Demetre Daskalakis, seorang dokter asal New York yang telah berhasil memimpin pengekangan penyebaran HIV di AS.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]

Baca juga:
WHO: Kasus Cacar Monyet Tidak Terbatas Pada Kaum Gay Saja
Satgas IDI Perkirakan Cacar Monyet sudah Masuk Indonesia namun Belum Terdeteksi
Ketum IDAI: Anak Lebih Rentan Terpapar Cacar Monyet
India Laporkan Kematian Pertama Akibat Cacar Monyet
Ini yang Perlu Dipersiapkan agar Siap Siaga Hadapi Cacar Monyet
Spanyol dan Brasil Catat Kematian Pertama Cacar Monyet di Luar Afrika

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini