Kapal Tanker Minyak di Teluk Oman Diduga Ditembak Torpedo

Kamis, 13 Juni 2019 18:16 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kapal Tanker Minyak di Teluk Oman Diduga Ditembak Torpedo kapal tanker minyak di teluk oman. ©IRIB News

Merdeka.com - Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang berlabuh di Bahrain, Fifth Fleet, kini tengah memberi bantuan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman setelah mendapat laporan keadaan darurat akibat serangan dari dua kapal itu.

"Pasukan Angkatan Laut AS di wilayah itu menerima dua laporan darurat pada pukul 06.12 waktu setempat dan satu lagi pukul 07.00," kata pernyataan Fifth Fleet hari ini, seperti dilansir laman Aljazeera, Kamis (13/6). "Kapal Angkatan Laut AS kini sedang memberi bantuan di wilayah itu."

Kantor berita Reuters mengutip empat sumber kapal dagang, melaporkan, dua kapal tanker minyak dievakuasi setelah ada serangan tidak teridentifikasi. Sumber menyebut kapal tanker itu adalah Marshal Islands berbendera Front Altair dan Kokuka Courageous berbendera Panama.

Pernyataan dari manajemen perusahaan Kokuka Courageous, BSM Ship Management (Singapura), mengatakan 21 kru kapal itu meninggalkan kapal setelah terjadi insiden yang menyebabkan sisi lambung kapal rusak. Lokasi kapal terletak sekitar 130 kilometer dari Fujairah di Uni Emirat Arab dan sekitar 26 kilometer dari pesisir Iran.

Kapal Front Altar disewa oleh perusahaan penyulingan minyak Taiwan, CBC Corp dan membawa sekitar 75 ribu ton naphtha, bahan baku petrokimia. Kapal itu diduga ditembak torpedo sekitar pukul 04.00 GMT, kata Wu I-Fang, CEO CPC Petrokimia kepada Reuters. Dia mengatakan semua kru sudah diselamatkan.

Perusahaan perkapalan Norwegia yang menjadi pemilik kapal Front Altair mengatakan kapal mereka terbakar.

Media Iran melaporkan, tanpa menyertai bukti, ada ledakan di kawasan itu yang menargetkan kapal tanker minyak. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini