Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

"Kami Semua Menderita di Bawah Rezim Militer Myanmar"

"Kami Semua Menderita di Bawah Rezim Militer Myanmar" Ratusan warga Myanmar melarikan diri ke Thailand. ©Handout/Metta Charity/AFP

Merdeka.com - Paw Wah (nama samaran), masih anak-anak ketika dia pertama kali mengalami kekejaman militer Myanmar, Tatmadaw. Ketika dia baru 10 tahun, tentara datang ke desanya dan menculiknya.

Perempuan yang kini berusia 36 tahun itu adalah seorang petani. Dia menjalani seluruh hidupnya di negara bagian Karen, Myanmar tenggara, yang berbatasan dengan Thailand.

Di rumah tetangganya di sebuah dusun kecil Nyah Beh Ki, dua hari pendakian dari Sungai Salween yang memisahkan Myanmar dari Thailand barat, Paw Wah mengenang insiden masa kecilnya.

"Saat saya berumur 10 tahun, mereka menangkap saya dan memaksa saya dan beberapa penduduk desa lainnya untuk tinggal di kamp mereka selama 13 hari," tuturnya.

"Saat itu, kakek saya memiliki seekor gajah, dan mereka meminta gajah itu dari kakek sebagai imbalan untuk pembebasan kami," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (29/12).

Gajah sangat bernilai di Karen karena biasanya digunakan untuk bertani, juga untuk mengangkut muatan berat melewati jalur hutan sempit yang tak bisa dilalui mobil. Pada kesempatan ini, Tatmadaw menuduh gajah digunakan warga desa untuk mengangkut amunisi untuk kelompok bersenjata, tapi menurut warga desa, tentara berbohong.

"Mereka mengikat kami dan mengancam kami. Mereka mengancam untuk membunuh setiap orang jika mereka tidak mendapatkan gajah. Kami penuh tangis sejak kami muda," ujarnya.

Paw Wah berasal dari etnis minoritas Karen. Lebih dari 1,5 juta etnis Karen menyebut negara bagian yang juga dikenal sebagai Kayin ini sebagai rumah.

Dalam kekerasan militer yang dilancarkan junta terhadap para penentang kudeta 1 Februari, Karen adalah salah satu negara bagian yang menjadi sasaran, seiring dengan munculnya puluhan pasukan pertahanan rakyat yang menentang kudeta. Ketika bentrokan antara militer dan pasukan pertahanan rakyat meningkat, sebanyak 40.000 orang Karen telantar setelah Tatmadaw melancarkan serangan udara pada Maret dan April. Serangan udara itu tidak hanya menghancurkan infrastruktur pasukan pertahanan rakyat Karen tapi juga rumah warga dan fasilitas umum.

Serangan itu menyebabkan 18 orang tewas, menurut data Karen Human Rights Group (KHRG), 49 terluka menurut data pemerintah negara bagian Karen, Persatuan Nasional Karen (KNU).

Pangkalan militer kecil Tatmawad tersebar di seluruh Karen, meneror penduduk lokal dengan menembak ke lahan pertanian untuk mencegah petani menggarap lahan dan merampok hasil ternak warga.

"Tatmadaw tidak ingin etnis minoritas seperti kami memiliki kedaulatan dan penentuan nasib sendiri. Mereka ingin menguasai segalanya. Mereka ingin mengendalikan setiap kawasan di mana ada kelompok perlawanan. Mereka tidak memasuki wilayah kami sekarang saja, tapi selama berpuluh-puluh tahun," kata Kolonel Saw Kler Doh, seorang komandan Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA).

Pada Oktober saja, menurut Saw Kler Doh, sayap bersenjata di bawah KNU bentrok dengan pasukan junta Myanmar dalam 275 kesempatan, walaupun junta mengumumkan gencatan senjata pada 1 Oktober.

Mutraw, satu dari tujuh distrik di negara bagian Karen, melihat kekerasan terburuk karena distrik ini dikenal sebagai tempat berlindung bagi brigade militer etnis minoritas yang paling aktif.

Pada Juni dan Juli 2021, Al Jazeera mendapat akses langka ke distrik ini untuk mengetahui seberapa besar dampak kudeta di kota-kota di Myanmar.

Di setiap kota dan desa di seluruh Karen, digali lubang perlindungan setinggi bahu agar penduduk desa Karen berebut masuk saat terjadi serangan udara. Sampai Juni, pesawat sering terbang di atas kepala tanpa menjatuhkan bom, tetapi penduduk desa akan selalu berlari mencari perlindungan untuk berjaga-jaga.

'Manusia untuk kuburan'

Di Nyah Beh Ki di Mutraw, yang diapit antara dua pos terdepan Tatmadaw, Paw Wah dan tetanggnya berkumpul di lantai di dalam salah satu rumah. Suasananya diliputi kegembiraan walaupun ada serangan militer baru-baru ini. Bertandan-tandan pisang disiapkan untuk para tamu dan aroma ikan kukus menyeruak dari panci.

Nyah Beh Ki dan desa tetangga, Hee Poh Der diserang pada Juni oleh tentara yang ditempatkan di markas dekat dua desa tersebut.

Kelakukan para tentara kerap tak bisa diprediksi. Kadang-kadang mereka melewati desa dan mengancam warga serta menjarah. Pernah juga mereka kabur ketika kepergok memasuki desa. Pada satu waktu, tentara bermalam di dalam desa dan membeli barang dari penduduk setelah pemerasan mereka tak digubris warga.

Saw Eh Kaw La (44) dari desa Nyah Beh Ki, adalah seorang petani yang induk babinya yang sedang hamil dibunuh Tatmadaw dalam serangan pada Juni.

Bagi petani yang sangat bergantung pada tanaman dan hewan ternak mereka, hilangnya ternak dapat memiliki efek yang luar biasa pada kemampuan mereka untuk menghasilkan pendapatan.

“Tatmadaw menuju ke ke Hee Poh Der tetapi kemudian mereka disergap KNLA,” kata Saw Eh Kaw La.

“Sebagai pembalasan, mereka mulai menembaki desa kami sehingga kami harus bersembunyi di bunker.”

Penembakan semakin intens sehingga penduduk desa terpaksa melarikan diri dari rumah mereka yang terbakar.

Ketika kekerasan mulai mereda, Saw Eh Kaw La kembali ke rumahnya di Nyah Beh Ki untuk memeriksa kerusakan dan mengumpulkan barang-barangnya.

“Saya tidak berani tinggal lama. Para tentara datang, dan mereka mulai melepaskan tembakan sebelum mereka memasuki desa untuk menakut-nakuti kami. Mereka menembakkan sekitar lima peluru sebelum mereka mencapai rumah saya. Kemudian mereka melanjutkan untuk menggeledah dan menghancurkan setiap rumah yang ditinggalkan. Saat itulah mereka membunuh empat babi di sekitar desa.”

Prajurit Tatmadaw yang melewati Nyah Beh Ki pada kesempatan berbeda membunuh seekor sapi dan seekor lembu milik Paw Wah.

“Akan lebih baik jika mereka menembak dan membunuh saya saja,” katanya.

"Saya tidak perlu menderita seperti ini lagi. Saya hanya memiliki delapan ternak dan saya mendambakan hal-hal yang telah hilang dari saya.”

Mengomentari perlakuan Tatmadaw terhadap penduduk desa, Saw Kaw K'Lu Htoo (33) seorang tukang kayu, menyindir:

“Tentara Burma memiliki pepatah tentang kami: 'Manusia untuk kuburan, pedati untuk kayu bakar, dan ternak untuk kari.'"

Sembunyi di gua

Di desa Dae Pu Noh, yang dibom Tatmadaw pada akhir Maret, warga mengungsi di hutan dan berlindung dalam pondok kecil beratap terpal.

"Saya melarikan diri ketika serangan udara terjadi. Kami bersembunyi di dalam sebuah gua. Saya tidur di sana selama dua malam. Setelah itu, kami khawatir musuh akan menemukan lokasi kami, jadi kami memutuskan pergi ke tempat lain," kata seorang penjaga toko, Nah Heh Cho (25).

"Kami pindah ke gua yang lebih besar di mana ada banyak orang - sekitar 40 sampai 50. Itu terlalu padat, jadi kami pergi ke tempat lainnya," lanjutnya.

Nah Heh Cho, ibu dua anak ini, sedang hamil tua saat mereka kabur untuk bersembunyi dari serangan militer. Dia kabur agar bisa melahirkan di tempat aman.

"Kami tinggal di lokasi itu selama lebih sebulan sampai pada titik kami bisa mendengar tidak ada lagi pesawat terbang di atas kepala jadi kami pindah lebih dekat ke desa kami lagi," tuturnya.

Bangunan berharga yang juga hancur dalam serangan bom Tatmadaw pada 29 Maret adalah bangunan sekolah yang menampung 800 siswa mulai usia lima sampai 18 tahun.

Kepala sekolah, Saw Sah Muh Htoo mengatakan, seluruh perangkat elektronik di sekolah itu juga hancur mulai dari komputer, printer, panel surya, dan lainnya.

Jalan menuju perdamaian

Pada akhir Maret, Batalyon 1 Organisasi Pertahanan Nasional Karen (KNDO), kelompok bersenjata lainnya di bawah KNU, yang dikomandani oleh Kolonel Lah Doh Htoo, mengalami kerusakan parah selama saat serangan pengeboman Tatmadaw, yang menewaskan satu tentara dan melukai empat lainnya.

Sebuah barak besar dan aula pertemuan hancur dan mayoritas dari 350 tentara yang ditempatkan di pangkalan itu untuk sementara terpaksa ditarik, meskipun mereka mulai kembali secara bertahap pada Juli.

“Salah seorang yang meninggal itu telah berkeluarga yang memiliki anak kecil sehingga keluarganya sangat berduka,” kata Kolonel Lah Doh Htoo.

“Para intelektual dari masa lalu dan masa kini memahami bahwa Karen dan Burma (pemerintah Myanmar dan Tatmadaw) tidak dapat membentuk negara bersama karena selalu ada perbedaan pendapat di antara kami,” jelasnya.

“Ada begitu banyak kelompok etnis di Myanmar dengan begitu banyak pandangan berbeda tentang bagaimana menjalankan sebuah negara sehingga terlalu sulit untuk memiliki satu negara bagian. Kami hanya memiliki satu kesamaan – dan itu adalah bahwa kami semua menderita di bawah rezim militer,” jelasnya.

Baginya, hanya ada satu jalan menuju perdamaian di negara bagian Karen – memisahkan diri dari Myanmar.

Sementara pemisahan negara bagian Karen dari Myanmar adalah tujuan populer di kalangan warga Karen, ada banyak orang lain yang percaya bahwa sistem federal di Myanmar di mana Karen dapat secara resmi mengatur urusannya sendiri akan cukup untuk memungkinkan etnis minoritas hidup damai.

(mdk/pan)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya
image Rekomendasi
Jadi Peraih Adhi Makayasa, Intip Momen Sawung Setyawan saat Gagal Masuk Akmil 2018, Peluk Ibu sambil Menangis

Jadi Peraih Adhi Makayasa, Intip Momen Sawung Setyawan saat Gagal Masuk Akmil 2018, Peluk Ibu sambil Menangis

Perjuangan peraih Adhi Makayasa tahun 2023 untuk bisa lulus menjadi TNI tidak semulus yang dibayangkan. Ia pernah gagal masuk Akademi Militer tahun 2018.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Prilly Latuconsina Dipanggil 'Sayang' sama Siwon, Netizen Heboh Langsung Pada Nangis

Prilly Latuconsina Dipanggil 'Sayang' sama Siwon, Netizen Heboh Langsung Pada Nangis

Prilly begitu bahagia karena mendapat kesempatan bertemu dengan pentolan grup Super Junior, Siwon.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Berpeci Hitam, Intip Foto Lawas Armand Maulana Saat Menikah, Paras Dewi Gita Pangling Banget

Berpeci Hitam, Intip Foto Lawas Armand Maulana Saat Menikah, Paras Dewi Gita Pangling Banget

Potret lawas pernikahan Armand Maulana dan Dewi Gita sukses mencuri perhatian. Penampilan Dewi yang menawan disebut bikin pangling.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Tiga Pati TNI Naik Pangkat jadi Mayor Jenderal, Ini Sosoknya Disalami Bintang 4

Tiga Pati TNI Naik Pangkat jadi Mayor Jenderal, Ini Sosoknya Disalami Bintang 4

Tiga perwira tinggi TNI baru-baru ini mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal. Ketiga sosoknya pun disalami oleh Jenderal bintang 4.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
6 Titik Yang Bikin Pria Klepek-klepek di Ranjang, Sudah Pernah Coba?

6 Titik Yang Bikin Pria Klepek-klepek di Ranjang, Sudah Pernah Coba?

Enam titik yang bakal bikin pria klepek-klepek dan bikin suasana ranjang panas

Baca Selengkapnya icon-hand
Polisi Buru Pencuri yang Todongkan Pistol ke Satpam SD di Cengkareng

Polisi Buru Pencuri yang Todongkan Pistol ke Satpam SD di Cengkareng

Pencurian sepeda motor di sekolah dasar (SD) di Cengkareng viral di media sosial. Dalam peristiwa itu, pelaku sempat menodongkan senjata api kepada satpam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Jamaika Merdeka dari Inggris 6 Agustus 1962, Berikut Sejarahnya

Jamaika Merdeka dari Inggris 6 Agustus 1962, Berikut Sejarahnya

Tepat hari ini 6 Agustus 2023, Jamaika memperingati hari kemerdekaannya yang ke-61.

Baca Selengkapnya icon-hand
Fungsi Pokok Pancasila bagi Bangsa Indonesia, Berikut Penjelasannya

Fungsi Pokok Pancasila bagi Bangsa Indonesia, Berikut Penjelasannya

Pancasila mencakup lima pedoman penting untuk rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kumpulan Ide Lomba 17 Agustus Bapak-bapak, Lucu dan Meriah

Kumpulan Ide Lomba 17 Agustus Bapak-bapak, Lucu dan Meriah

Ide lomba 17 Agustus bapak-bapak ini dijamin seru, lucu, dan menghibur.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pengertian Deposito, Lengkap Beserta Jenis dan Keuntungannya

Pengertian Deposito, Lengkap Beserta Jenis dan Keuntungannya

Sebelum memutuskan mendepositkan dana Anda, sebaiknya memahami terlebih dahulu pengertian deposito dan jenis-jenisnya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Jenis Truk di Indonesia, Lengkap Beserta Penjelasan dan Kapasitasnya

Jenis Truk di Indonesia, Lengkap Beserta Penjelasan dan Kapasitasnya

Jenis truk biasanya dipakai dalam bidang konstruksi dan perdagangan.Ada beberapa jenis truk yang cukup populer di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Cara Mencegah Kenakalan Remaja, Ketahui Faktor Penyebabnya

Cara Mencegah Kenakalan Remaja, Ketahui Faktor Penyebabnya

Kenakalan remaja adalah perilaku melanggar norma, aturan, atau hukum yang berlaku di masyarakat. Mencegahnya akan membantu menyelamatkan hidup mereka.

Baca Selengkapnya icon-hand