Israel akan Beli 8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Produksi Pfizer Inc

Jumat, 13 November 2020 12:07 Reporter : Hari Ariyanti
Israel akan Beli 8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Produksi Pfizer Inc Vaksin Covid-19 buatan Pfizer. ©REUTERS/Dado Ruvic

Merdeka.com - Israel akan menandatangani sebuah perjanjian kerjasama sementara dengan Pfizer Inc pada Jumat untuk pembelian 8 juta dosis vaksin virus corona pada Januari. Hal ini disampaikan Kementerian Kesehatan Israel.

Vaksin virus corona yang dikembangkan Pfizer dilaporkan memiliki efektivitas atau keampuhan lebih dari 90 persen. Menjadi angin segar yang diharapkan bisa memutus rantai penyebaran virus corona dan bisa mengakhiri pandemi.

Kesepakatan tersebut, yang implementasinya akan tunduk pada persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan Kementerian Kesehatan Israel, akan menyediakan vaksin untuk hampir setengah dari populasi Israel, kata Menteri Kesehatan Yuli Edelstein.

"Pasokan akan dimulai pada Januari 2021, dengan sisanya datang sepanjang 2021," jelasnya dalam sebuah pernyataan pada Kamis, dikutip dari Alarabiya, Jumat (13/11).

Edelstein menambahkan, 8 juta dosis akan cukup untuk 4 juta orang.

Belum ada tanggapan dari Pfizer, yang pada Senin mengumumkan eksperimen vaksin Covid-19 yang dilakukan memiliki efektivitas lebih dari 90 persen berdasarkan hasil uji coba awal. Ini adalah capaian penting dalam perang melawan virus yang telah menewaskan lebih dari 1,2 juta orang di seluruh dunia dan memukul perekonomian dunia.

2 dari 2 halaman

300 Juta Dosis Dipesan Uni Eropa

Uni Eropa setuju membeli sampai 300 juta dosis vaksin virus corona BioNTech-Pfizer, setelah menunjukkan efektivitas yang cukup kuat. Pengiriman diperkirakan mulai akhir tahun ini. Demikian kata perusahaan tersebut.

Tetapi UE menolak untuk memberikan rincian tentang bagaimana vaksin akan diluncurkan, menegaskan "sejumlah langkah" harus diikuti sebelumnya.

Data awal menunjukkan vaksin ini melindungi lebih dari 90 persen dari orang yang terpapar virus corona.

Komisioner Kesehatan Eropa, Stella Kyriakides menyebut kesepakatan vaksin Uni Eropa sangat penting.

"Kesepakatan ini berarti kita selangkah lebih dekat kepada apa yang akan kita lakukan - untuk memiliki portofolio vaksin yang luas dan solid," jelasnya, menambahkan vaksin itu hanya akan didistribusikan setelah "terbukti aman".

Namun Kyriakides menolak memberikan rincian waktu kapan vaksin akan dikirim ke negara anggota.

"Harus mendapat otorisasi dari European Medicines Agency," ujarnya, dikutip dari BBC, Kamis (12/11).

"Sejumlah langkah perlu diikuti sebelum kita benar-benar menentukan waktunya."

Dia juga mendesak agar berhati-hati, mengatakan vaksin tidak akan membuat virus menghilang dalam semalam.

[pan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini