Iran Kembali Tembakkan Serentetan Rudal ke Israel Hancurkan Kilang Minyak Terbesar, Satu Orang Tewas dan 100 Terluka

Serangan terbaru ini juga menyebabkan kerusakan di pusat penelitian ilmiah Israel yang disebut sebagai salah satu lembaga paling prestisius di dunia.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Iran Kembali Tembakkan Serentetan Rudal ke Israel Hancurkan Kilang Minyak Terbesar, Satu Orang Tewas dan 100 Terluka
Iran Kembali Tembakkan Serentetan Rudal ke Israel Hancurkan Kilang Minyak Terbesar, Satu Orang Tewas dan 100 Terluka (Merdeka.com)

Iran kembali menyerang Israel dengan serentetan rudal pada Sabtu (14/6) malam sebagai aksi balasan. Menurut sejumlah laporan, rudal-rudal Iran ini menyebabkan kehancuran di Tel Aviv, seperti dikutip dari The Cradle.

Dikutip dari Press TV, Minggu (15/6), operasi militer skala besar yang diberi nama kode 'Yaa Ali bin Abi Thalib' ini dimulai sekitar pukul 23.45.

Segera setelah rudal dan pesawat nirawak diluncurkan, departemen hubungan masyarakat Garda Revolusi Iran mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan peluncuran gelombang baru operasi rudal dan pesawat nirawak berskala besar. Menurut pernyataan tersebut, divisi kedirgantaraan Garda Revolusi telah memulai fase baru operasi ini sebagai balasan langsung terhadap agresi baru oleh rezim Zionis.

Fokus utama dari putaran baru 'Operasi True Promise III' ini adalah kota pelabuhan Haifa yang diduduki dan sekitarnya, yang merupakan rumah bagi beberapa fasilitas militer dan industri penting milik rezim penjajah Zionis.

Serangan sejauh ini telah menargetkan serangkaian lokasi militer dan industri strategis Israel, termasuk kilang minyak dan jaringan listrik di Haifa, yang dilaporkan menyebabkan kebakaran akibat rudal Iran.

Salah satu video menunjukkan kebakaran besar yang terjadi di kilang minyak Haifa akibat serangan rudal Iran. Gambar-gambar menunjukkan kebakaran besar di kilang minyak Haifa, dengan asap hitam tebal mengepul ke langit.

Menurut laporan media Israel, rudal berpemandu presisi Iran menghantam infrastruktur listrik vital rezim tersebut, membuatnya tidak berfungsi. Serangan baru tersebut menyebabkan gangguan yang meluas pada jaringan distribusi listrik di wilayah tengah wilayah pendudukan dan melumpuhkan sebagian infrastruktur penting Israel.

Pemadaman listrik besar-besaran telah dilaporkan di beberapa permukiman Zionis di Galilea di Palestina utara yang diduduki di tengah operasi balasan Iran.

Beberapa laporan media Ibrani mengatakan tangki amonia di Haifa juga berhasil menjadi sasaran rudal, dengan api dan gumpalan asap terlihat di beberapa daerah, yang terletak di wilayah utara Palestina yang diduduki.

Iran Kembali Tembakkan Serentetan Rudal ke Israel Hancurkan Kilang Minyak Terbesar, Satu Orang Tewas dan 100 Terluka
Tembakan rudal Iran ke Israel pada Sabtu (14/6) malam. Press TV

Serangan terbaru Iran ini juga berdampak di beberapa daerah lainnya. Berdasarkan video yang dibagikan The Cradle di X, kehancuran akibat serangan Iran terlihat di Bat Yam, selatan Tel Aviv.

Menurut laporan media Israel, satu orang tewas dan 100 lainnya terluka di Bat Yam dan Rehovot, termasuk tiga orang dalam kondisi parah. Sejumlah kerusakan yang belum pernah sebelumnya juga dilaporkan di dua daerah tersebut.

Sejumlah bangunan di Tel Aviv juga berisiko runtuh setelah ditargetkan rudal Iran, menurut keterangan pemerintah kota Tel Aviv.

Pusat penelitian ilmiah Israel, Institut Sains Weizmann di Rehovot yang disebut 'MIT Israel' juga rusak akibat serangan Iran. Satu laboratorium dalam institut ini terbakar. Menurut laporan The New York Times dan media berbahasa Ibrani, dikhawatirkan ada orang yang kemungkinan terjebak di dalam bangunan tersebut. Institut ini adalah salah satu pusat penelitian paling prestisius di dunia.

Media Iran, Fars melaporkan, Pasukan Garda Revolusi Iran mengerahkan rudal balistik taktis berbahan bakar padat yang dinamai Haj Qassem, diambil dari nama mantan komandan Garda Revolusi Iran Qassem Sulaimani, dalam serangan terbarunya ini. Qassem Sulaimani dibunuh Amerika Serikat pada 2020.

Operasi balasan ini menyusul agresi Israel terhadap Iran pada Jumat (13/6) dini hari, mengakibatkan terbunuhnya sejumlah komandan militer Iran berpangkat tinggi, ilmuwan nuklir, dan warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan. Di antara mereka yang terbunuh adalah Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran; Panglima Tertinggi Garda Revolusi, Hossein Salami; Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, kepala Divisi Dirgantara Garda Revolusi, dan komandan senior Garda Revolusi Jenderal Gholam Ali Rashid, seperti dilansir Press TV.

Rekomendasi