Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Ketika Terjangkit Virus Corona

Rabu, 12 Februari 2020 07:34 Reporter : Hari Ariyanti
Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Ketika Terjangkit Virus Corona Penumpang kereta di Shanghai tutupi badan pakai kantong plastik. ©REUTERS/Aly Song

Merdeka.com - China mengungkapkan kematian akibat virus corona baru melonjak melewati angka 1.000 pada Selasa, ketika Beijing meningkatkan upaya untuk merawat puluhan ribu orang yang terjangkit dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak dunia untuk "memerangi virus ini sebelum lepas kendali".

Sejak jenis virus baru terdeteksi pertama kali di kota Wuhan di China tengah pada Desember 2019. Sampai saat ini virus corona telah menginfeksi lebih dari 43.000 orang dan menyebar ke lebih dari 20 negara.

Penyebaran cepat virus ini telah memicu ketakutan di seluruh dunia. Ketika peringatan menyebar, para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia meningkatkan upaya untuk memahami virus baru dan bagaimana virus ini mempengaruhi tubuh manusia.

2 dari 4 halaman

Gejala Ringan

rev1

Virus corona baru atau 2019-nCov berasal dari keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia seperti flu biasa dan penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS).

Menurut Dr Maria Van Kerkhove dari Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO, virus ini menyerang saluran pernapasan, menyebabkan berbagai gejala.

"Anda merasakan gejala ringan, yang terlihat seperti flu biasa, yang memiliki beberapa gejala pernapasan, sakit tenggorokan, pilek, demam, sepenuhnya melalui pneumonia. Dan ada berbagai tingkat keparahan pneumonia mulai dari kegagalan multi-organ sampai kematian," katanya kepada wartawan di Jenewa pekan lalu, dikutip dari Aljazeera, Selasa (11/2).

Namun, dalam kebanyakan kasus, gejalanya tetap ringan.

"Kami telah melihat beberapa data tentang sekitar 17.000 kasus dan secara keseluruhan 82 persen di antaranya adalah ringan, 15 persen di antaranya parah dan 3 persen di antaranya tergolong kritis," kata Van Kerkhove.

3 dari 4 halaman

Apa yang Terjadi Ketika Terjangkit?

terjadi ketika terjangkit rev1

Penelitian terhadap 138 pasien yang terinfeksi virus corona di Wuhan, yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) pada 7 Februari, menunjukkan gejala yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Sepertiga dari pasien juga melaporkan nyeri otot dan kesulitan bernafas, sementara sekitar 10 persen memiliki gejala atipikal, termasuk diare dan mual.

Sementara sebagian besar kasus tampak ringan, semua pasien mengalami pneumonia.

Sekitar sepertiga pasien mengalami kesulitan bernapas yang parah, membutuhkan perawatan di unit perawatan intensif. Orang yang sakit kritis biasanya berusia lebih tua dan memiliki penyakit diabetes dan hipertensi.

"Usia rata-rata pasien adalah antara 49 dan 56 tahun," kata JAMA.

"Kasus pada anak-anak jarang terjadi."

Sementara itu, sebuah penelitian yang diterbitkan pada 24 Januari di The Lancet, sebuah jurnal medis menemukan apa yang disebutnya "badai sitokin" pada pasien yang terinfeksi yang sakit parah. Kondisi ini merupakan reaksi kekebalan yang parah di mana tubuh memproduksi sel-sel kekebalan dan protein yang dapat menghancurkan organ-organ lain.

Beberapa ahli mengatakan ini bisa menjelaskan kematian pada pasien yang lebih muda yang telah meninggal karena virus. Statistik dari China menunjukkan beberapa orang berusia 30-an dan 50-an yang tidak diketahui memiliki masalah medis sebelumnya juga meninggal karena penyakit ini.


4 dari 4 halaman

Laporan Dari Pasien

pasien rev1

Menurut JAMA, rata-rata, orang menjadi sesak napas dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala. Gangguan pernafasan yang parah diamati dalam sekitar delapan hari.

Studi JAMA tidak memberikan batas waktu kapan kematian terjadi.

Namun, sebuah studi sebelumnya yang diterbitkan dalam Journal of Medical Virology pada 29 Januari mengatakan rata-rata, orang meninggal dalam waktu 14 hari sejak timbulnya penyakit.

The New England Journal of Medicine, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 31 Januari, juga memaparkan bagaimana infeksi virus corona mempengaruhi tubuh dari waktu ke waktu.

Studi ini memeriksa data medis seorang pria berusia 35 tahun, yang merupakan kasus infeksi pertama di Amerika Serikat. Gejala pertama adalah batuk kering, diikuti demam.

Pada hari ketiga, ia melaporkan mengalami mual dan muntah diikuti diare dan ketidaknyamanan perut pada hari keenam. Pada hari kesembilan, dia menderita pneumonia dan melaporkan kesulitan bernafas.

Pada hari kedua belas, kondisinya membaik dan demamnya mereda. Namun, hidungnya berair. Pada hari ke 14, ia tidak menunjukkan gejala kecuali batuk ringan. [pan]

Baca juga:
Menkes Terawan Tantang Pihak Harvard ke RI Buktikan Prediksinya soal Virus Corona
Dampak Corona, Perpanjangan Kitas Darurat WN China di Tangerang Meningkat
Update Virus Corona: Korban Tewas 1.016 dan 42.638 Orang Terinfeksi
Jokowi dan Mari Elka Diskusi Soal Ekonomi RI
Pernah ke China dalam 14 Hari Terakhir, 5 WNA Ditolak Masuk Surabaya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini