Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini sosok istri Presiden Emmanuel Macron yang 24 tahun lebih tua

Ini sosok istri Presiden Emmanuel Macron yang 24 tahun lebih tua Brigitte Trogneux. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Rakyat Prancis tengah menikmati pesta demokrasi usai kemenangan Emmanuel Macron dalam pemilihan presiden 2017. Macron resmi mendapat predikat presiden termuda dengan usia 39 tahun.

Presiden terpilih yang berhaluan tengah dan indenpenden itu unggul dengan perbedaan suara cukup jauh dari rivalnya, Marine Le Pen, yakni 65,5 persen berbanding 34,5 persen.

Kemenangan Macron tidak lepas dari dukungan istrinya, Brigitte Trogneux (64 tahun), yang bertindak sebagai mentor, penasihat, dan pembimbingnya selama menjalani masa kampanye.

Kisah keduanya dari pertama kali bertemu hingga membangun biduk rumah tangga pun terbilang cukup unik. Trogneux yang usianya terpaut 24 tahun dari Macron awalnya merupakan seorang guru sastra yang mengarahkan debut panggung drama pertamanya pada usia 15 tahun.

Saat itu, Macron langsung jatuh hati melihat gurunya dan sempat menyatakan perasaannya meski Trogneux masih menjadi istri sekaligus ibu tiga anak dari pria lain. Kegigihan Macron untuk mempertahankan perasaannya membuahkan hasil. Keduanya menikah pada 2007 silam.

brigitte trogneux

Dilansir dari laman Telegraph, Senin (8/5), Macron seringkali memuji istrinya sebagai sosok intelektual dan sumber kepercayaan dirinya. Dia juga mengaku bahwa dia bisa memimpin negara dengan lebih baik jika dirinya bahagia. Menurutnya, Trogneux lah sumber kebahagiannya.

Kini Trogneux akan segera resmi menjadi Ibu Negara mendampingi Macron dalam lima tahun ke depan. Meski demikian Macron menegaskan tidak akan memberikan posisi dalam pemerintahannya kepada Trogneux.

"Saya ingin istri saya menduduki posisi Ibu Negara yang tidak memiliki status resmi dalam pemerintahan Prancis. Saya berjanji akan memberikan satu staf untuknya, memberi tanggung jawab yang harus diemban, tetapi tanpa digaji," katanya selama masa kampanye.

Keputusan tersebut dibuat Macron karena telah belajar dari kasus yang menimpa mantan calon presiden konservatif Francois Fillon di mana dia memberikan "pekerjaan fiktif" untuk istrinya saat masih menjabat jadi anggota parlemen.

Fillon memperkerjakan istrinya dengan upah cukup fantastis. Namun, rupanya sang istri hanya makan gaji buta karena dirinya tidak pernah melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Kini, kasus ini masih diselidiki pihak berwenang. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP