Ini Kata-kata Terakhir Khashoggi Sebelum Tewas Dibunuh

Senin, 12 November 2018 17:01 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ini Kata-kata Terakhir Khashoggi Sebelum Tewas Dibunuh jamal khashoggi. ©boingboing

Merdeka.com - Kepala penyelidikan di koran Sabah untuk kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, Nazif Karaman, mengatakan kepada Aljazeera, kata-kata terakhir dari wartawan itu adalah "Saya tercekik. Lepaskan tas ini dari kepala saya, saya punya claustrofobia," demikian menurut sebuah rekaman dari dalam konsulat Saudi di Istanbul.

Menurut Karaman, kepala Khashoggi dibekap dengan tas plastik sampai dia tewas. Dari rekaman itu diketahui pembunuhan tersebut terjadi dalam waktu tujuh menit.

Sebelumnya Sabah juga mengungkap teori baru seputar kondisi jasad Khashoggi.

Desas-desus itu kembali menambah berbagai spekulasi tentang nasib jasad Khashoggi yang hingga kini belum ditemukan.

Menurut Sabah edisi 10 November, pembunuh Khashoggi melarutkan jasad korban dengan cairan asam dan menuangkannya ke saluran pembuangan, demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (12/11).

Sampel yang diambil dari saluran air di konsulat Saudi di Istanbul menunjukkan jejak asam, kata Sabah, tanpa mengutip keterangan konfirmasi dari narasumber.

Hal itu menguatkan keyakinan penyelidik bahwa mayat Khashoggi memang dilarutkan menggunakan cairan asam, menurut laporan Sabah. Namun, laporan itu belum terkonfirmasi.

Itu menjadi teori kesekian dari Sabah tentang kondisi jasad Khashoggi. Pekan lalu, koran itu --dengan mengutip pejabat Turki yang anonim--melaporkan sebuah teori bahwa tubuh Khashoggi dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam lima koper, usai ia dicekik saat memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Pejabat anonim itu juga mengatakan bahwa kelima koper itu kemudian dibawa ke kediaman konsul jenderal Arab Saudi yang berlokasi dekat dengan konsulat.

Lebih lanjut, narasumber itu mengatakan bahwa Maher Mutreb, Salah Tubeigy dan Thaar al-Harbi adalah tiga tokoh kunci dari 15 anggota tim pembunuh yang dilaporkan terlibat dalam pemotongan tubuh Khashoggi dan mengeluarkannya dari tempat kejadian perkara.

Mutreb adalah salah seorang asisten Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman. Sementara Tubeigy adalah kepala badan forensik Saudi Scientific Council of Forensics, serta berpangkat kolonel Angkatan Darat Saudi.

Sedangkan al-Harbi adalah letnan baru di satuan pengawal Kerajaan Arab Saudi. Ia dipromosikan menjadi perwira usai menanggulangi dugaan plot serangan drone di istana putra mahkota di Jeddah tahun lalu.

Jasad Jamal Khashoggi mungkin tak akan ditemukan. Meski, aparat Turki telah menyisir sumur hingga hutan untuk mendapatkannya.

Seorang pejabat Turki, Yasin Aktay, meyakini jasad sang jurnalis Arab Saudi itu dilarutkan dalam asam atau bahan kimia lainnya setelah dimutilasi.

"Tak ada formula lain yang menjelaskan mengapa jasad Khashoggi tak ditemukan sebulan setelah ia dihabisi," kata Aktay yang juga penasihat partai berkuasa untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada Associated Press, seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu, 3 November 2018.

Dia mengaku curiga jasad Jamal Khashoggi--yang adalah temannya--dipotong relatif kecil-kecil, sehingga bisa dilarutkan dalam cairan kimia.

"Semua petunjuk mengarahkan pada (dugaan) bagian tubuhnya telah larut," kata dia. Namun, pejabat tersebut tak menawarkan bukti apa pun untuk mendukung ucapannya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemarin mengatakan rekaman pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi sudah diserahkan kepada pihak Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat.

"Kami memberikan rekaman itu pada mereka," kata Erdogan, dalam sebuah konferensi pers di Ankara, sebelum bertolak ke Paris untuk bergabung bersama Donald Trump dan sejumlah pemimpin lain pada Sabtu 10 November 2018, seperti dikutip dari The New York Times, Minggu (11/11).

"Mereka juga mendengarkan percakapan itu, mereka mengetahuinya." [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini