Ini cara kekinian yang dilakukan Menlu Indonesia dan Malaysia jaga hubungan bilateral

Senin, 23 Juli 2018 17:33 Reporter : Farah Fuadona
Ini cara kekinian yang dilakukan Menlu Indonesia dan Malaysia jaga hubungan bilateral Menlu Retno bertemu dengan Menlu Malaysia Dato Saifuddin Abdullah. Liputan6/ Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Saifuddin Abdullah berada di Jakarta sejak Jumat malam, ini merupakan kunjungan perdananya sebagai menteri luar negeri dalam kabinet kerja pemerintah baru Mahathir Mohamad sejak dilantik pada 2 Juli lalu.

"Ini adalah lawatan pertama ke luar negeri setelah dilantik, saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Retno. Beliau adalah orang pertama pertama yang menelpon dan mengucapkan selamat," ujarnya usai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (23/4).

Dato Saifuddin juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, yang telah memberi sambutan luar biasa atas kunjungan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad beberapa waktu lalu.

"Beliau sampaikan kepada kabinet, betapa senangnya atas sambutan luar biasa yang sangat istimewa dari Presiden Jokowi," kata Saifuddin.

Ia mengatakan kehadirannya di Jakarta tak lain untuk menindaklanjuti pembicaraan antara Presiden Jokowi dan PM Mahathir mengenai isu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan kelapa sawit.

"Dalam pertemuan saya dengan bapak presiden pagi tadi dan dilanjutkan dengan perbincangan dengan Ibu Retno. Kita sepakat untuk menyelesaikan masalah satu per satu, tahap demi tahap dan tidak menunggu hingga masalah menumpuk baru diselesaikan atau penyelesaian sekaligus. Jadi saya pikir ini pendekatan baru antara kami. Nanti para pejabat terkait akan duduk bersama membahas satu per satu masalah, yang mana bisa diselesaikan terlebih dahulu untuk segera diselesaikan," ujar Saifuddin.

Mengenai kampanye hitam kelapa sawit, Malaysia sepakat dengan Indonesia untuk lebih intensif membahas isu ini. "Kami telah sepakat bahwa dalam hal ini kita harus kompak dan berdisukusi soal kepala sawit. Mereka cabut 181 produk kelapa sawit yang kami punya. Kami akan mainkan peranan kami masing-masing, ini isu besar. Harus melibatkan kabinet masing-masing yang lebih berstruktur. Saling bekerja sama lebih erat," kata dia.

Saifuddin menatap optimis hubungan bilateral antara kedua negara, bahkan antara kedua menlu telah terjadi komunikasi intens melalui aplikasi pesan Whatsapp. "Saya yakin dan optimis bahwa kita akan lebih akrab memulai jalinan hubungan pertemanan antara kedua menlu," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi bahwa antara dirinya dengan Menlu Malaysia telah terjalin hubungan yang baik dan hal ini tentunya dapat mengintensifkan komunikasi yang sifatnya informal. "Jadi chemistry saya sudah terbangun dengan sangat baik dengan Menlu malaysia dari sejak awal beliau dilantik pada 2 juli lalu. Seperti yang beliau sampaikan. Saya adalah orang pertama yang menelepon untuk mengucapkan selamat dan kami telah bertukar nomor HP dan berkomunikasi melalui Whatsapp dan kunjungan luar negeri pertamanya juga dilakukan di Indonesia," kata Retno.

Selain itu, keduanya juga sepakat untuk memainkan peran masing-masing negara baik di tingkat Asean maupun di tingkat global mengenai isu demokrasi dan soal HAM.

Usai pertemuan kenegaraan, Menlu Retno mengajak Menlu Saifuddin untuk menjajal cita rasa kopi Indonesia di kedai kopi KAUM Jakarta sambil berbincang santai. [frh]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini