Indonesia sumbang Rp 30 miliar buat pengungsi Palestina
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia terus menyatakan dukungannya kepada rakyat Palestina lewat berbagai macam bantuan.
Dalam pertemuan bilateral pertama Indonesia dan Palestina yang diwakili masing-masing menteri luar negeri di Jakarta hari ini, pemerintah memberikan kontribusi kepada Badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA berupa kerjasama di bidang peningkatan kapasitan sebesar USD 2 juta dolar atau lebih dari Rp 30 miliar dalam masa 3 tahun ke depan.
Pertemuan bilateral pertama setelah 30 tahun ini juga menghasilkan penandatanganan MoU pembentukkan forum komisi bilateral Indonesia dan Palestina. Forum tersebut diharapkan dapat mendorong kerja sama antarnegara.
Selain itu dalam kesempatan pertemuan ini Forum Rektor Indonesia dan juga Universitas Padjajaran memberikan beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa Palestina. Hal tersebut merupakan salah satu usaha Indonesia membantu mempersiapkan generasi Palestina. Pemberian beasiswa tersebut akan dijalankan di masa awal penerimaan mahasiswa.
"Beberapa lembaga pendidikan yang memberikan beasiswa diantaranya Universitas Hassanudin, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Gunadarma, Univeristas Narotama, Universita Al-Azhar Indonesia, dan masih banyak lainnya," ungkap ketua Forum Rektor Indonesia Dwia Aries Tina Pulubuhu.
Indonesia bersama Badan POM juga melakukan pelatihan dalam bidang pengawasan obat dan makanan yang saat ini sedang berlangsung. Sejauh ini sudah hampir 2000 orang Palestina yang mendapat bantuan peningkatan kapasitas untuk program yang diberikan pemerintah Indonesia. KBRI Aman mencatat dalam 2 tahun terakhir bantuan masyarakat Indonesia mencapai sekitar Rp 10 miliar, serta beras 2000 ton.
Retno juga mengatakan akan memberikan program desalinasi air dan pengadaan obat-obatan, serta rencana MUI untuk membangun rumah sakit di Hebron.
Indonesia juga telah menerapkan pajak 0 persen untuk produk unggulan Palestina, yakni kurma dan minyak zaitun.
"Kita berharap kegiatan ini dapat diikuti oleh negara lainnya, sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi produktif di Palestina," kata Retno.
Selain itu, kedua menlu juga mendorong interaksi antara pebisnis Indonesia dan Palestina serta membentuk ‘Indonesia Palestine Business concern’.
"Saya sangat senang dan berterima kasih atas pertemuan dan kerja sama yang dilakukan," ungkap Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki.
Kedatangan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki juga dalam rangka ‘Solidarity Week from Palestine’ yang digelar sejak tanggal 13 hingga 17 Oktober 2018, baik di Jakarta dan Bandung. Acara tersebut merupakan refleksi dan simbol konsistensi pemerintah dan rakyat Indonesia bagi perjuangan rakyat Palestina.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya