Indonesia-Singapura Sepakati Pengelolaan Wilayah Udara dan Latihan Militer

Rabu, 9 Oktober 2019 15:42 Reporter : Pandasurya Wijaya
Indonesia-Singapura Sepakati Pengelolaan Wilayah Udara dan Latihan Militer jokowi dan pm singapura lee hsien loong. ©Mark Cheong/Straits Times

Merdeka.com - Singapura dan Indonesia telah menyetujui kerangka kerja untuk membahas dua masalah bilateral yang sudah berlangsung lama - manajemen wilayah udara dan latihan militer.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong kemarin mengatakan, kedua pemimpin negara juga telah menginstruksikan menteri dan pejabat mereka untuk menindaklanjuti dengan perundingan terperinci atas dasar kerangka kerja ini, dan untuk menyimpulkan dan mengimplementasikan perjanjian secara tepat waktu.

"Kerangka kerja ini mengakui kepentingan dan hak kedua negara harus diakui dan dihormati. Indonesia dan Singapura harus membahas kesepakatan untuk kedua masalah ini dalam jangka panjang dan berkelanjutan," kata Lee dalam jumpa pers bersama Presiden Joko Widodo usai keduanya bertemu kemarin di Singapura, seperti dilansir laman the Straits Times, Selasa (8/10).

Kedua pemimpin negara juga menyampaikan perkembangan terbaru tentang masalah Flight Information Region (FIR) di Kepulauan Riau yang saat ini dikelola oleh Singapura dan pelatihan militer yang sesuai dengan aturan Konvensi Laut PBB (Unclos).

Indonesia ingin memperoleh kembali hak wilayah udara yang selama ini sudah dikelola pengawas lalu lintas udara Singapura dalam beberapa dekade di bawah aturan internasional untuk memastikan keamanan penerbangan.

Dalam jumpa pers kemarin Lee mengatakan kepada Jokowi, dia ingin kedua negara mulai membahas dua masalah ini dalam semangat keterbukaan dan saling membangun.

Lee menuturkan para menteri dan pejabat dari kedua negara sebelumnya sudah mengadakan pertemuan membahas masalah ini bulan lalu, dan mereka setuju menjalankan sebuah kerangka kerja.

Jokowi mengatakan dia juga menyambut baik kerangka kerja untuk perundingan soal FIR.

"Indonesia menghormati posisi Singapura yang memahami bahwa Indonesia ingin mengawasi sendiri wilayah udaranya. Tim teknis sudah memulai perundingan dan kami mendorong supaya itu segera tercapai dengan hasil yang konkret," kata Jokowi.

1 dari 1 halaman

Hubungan Pertahanan Makin Kuat

Dalam kerangka kerja itu, Indonesia dan Singapura sepakat dengan perjanjian FIR dan pelatihan militer di Laut China Selatan. Kedua negara juga setuju masalah "FIR bukanlah soal kedaulatan negara tapi soal keamanan dan efisiensi lalu lintas udara" dan mengaku bahwa latihan militer di Laut China Selatan diatur dalam Pasal 51 Konvensi Hukum Laut PBB 1982.

Kerangka kerja ini juga memperlihatkan posisi kedua negara.

Indonesia ingin Singapura menghormati kedaulatan wilayahnya, termasuk perairan kepulauan dan wilayah udara serta keinginan kuat Indonesia untuk mengambil alih FIR tepat waktu sesuai dengan kedaulatan wilayah.

Sementara Singapura ingin Indonesia menghormati penuh dan mengakui hak Singapura untuk menggelar latihan militer di Laut China Selatan sesuai Pasal 51 dan memahami kepentingan Singapura di Bandara Changi.

Di sektor pertahanan Lee mengatakan hubungan pertahanan kedua negara saat ini kokoh dan terus menguat.

Dalam jumpa pers itu Lee juga mengutip rangkaian agenda latihan militer bersama Indonesia.

Perdana menteri Singapura itu mengatakan dia senang dengan makin eratnya hubungan bersama Indonesia melalui latihan kontra-terorisme dan saling berbagai informasi intelijen. [pan]

Baca juga:
Indonesia dan Singapura Sepakat Perpanjang 1 Tahun Kerjasama Pertukaran Mata Uang
Di Singapura, Pemerintah Kembali Perjuangkan Pengembalian Kedaulatan Udara ke RI
Jokowi dan Lee Hsien Loong Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Bertolak ke Singapura, Jokowi Bahas Sejumlah Isu dengan PM Lee Hsien Loong
RI-Belanda Sepakat Perpanjang Kerja Sama Proyek Tanggul Raksasa Jakarta

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini