Tim ilmuwan menemukan bukti manusia telah membudidayakan alpukat sejak 7.500 tahun yang lalu di tempat yang sekarang disebut Honduras. Tim ini terdiri dari antropolog dan ahli biologi evolusi yang berafiliasi dengan beberapa lembaga akademis di Amerika Serikat, bekerja sama dengan seorang kolega dari Smithsonian Institution.
Penelitian ini menunjukkan budidaya tanaman bukanlah hal yang terjadi baru-baru ini, melainkan telah dimulai jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Alpukat, yang kini menjadi salah satu buah yang paling populer di dunia, ternyata memiliki sejarah yang kaya dalam konteks pertanian.
Dalam makalah para peneliti yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, tim menjelaskan analisis mereka terhadap lebih dari 1.700 fosil alpukat yang diambil dari situs penggalian di Honduras. Demikian dikutip dari laman Phys, Selasa (11/3).
Alpukat tumbuh secara alami di pohon cemara tropis di beberapa bagian Amerika Selatan dan Tengah serta Meksiko—alpukat juga telah bermigrasi ke pertanian di banyak bagian lain dunia. Menurut penelitian sebelumnya, alpukat muncul pertama kali sekitar 400.000 tahun yang lalu di Meksiko, dan selama beberapa ribu tahun berikutnya, tanaman ini terbagi menjadi tiga spesies.
Benih alpukat disebarkan fauna raksasa. Jumlahnya menurun drastis selama kepunahan fauna raksasa di akhir zaman Pleistosen, tetapi meningkat lagi dengan munculnya manusia, yang kemungkinan menyelamatkannya dari kepunahan. Dalam upaya baru ini, para peneliti berusaha mempelajari lebih lanjut tentang sejarah alpukat setelah manusia mulai menggunakannya sebagai sumber makanan.
Pekerjaan tim tersebut melibatkan analisis terhadap 1.725 sampel alpukat yang telah menjadi fosil yang telah diambil selama bertahun-tahun dari lokasi penggalian di tempat perlindungan batu El Gigante di tempat yang sekarang disebut Honduras. Sebanyak 56 fosil alpukat diperkirakan berasal dari 11.000 tahun yang lalu.
Advertisement
Evolusi Alpukat
Para peneliti mengamati, kulit alpukat tumbuh lebih tebal dari waktu ke waktu. Mereka juga menemukan ukuran biji semakin besar selama periode yang sama. Perubahan ini terjadi karena proses budidaya atau domestikasi oleh manusia, yang lebih menyukai buah yang lebih besar.
Mereka juga menemukan bukti yang menunjukkan budidaya dimulai melalui pengelolaan pohon liar dan kemudian akhirnya melalui penanaman benih dari buah dengan sifat yang paling diinginkan.
Bukti menunjukkan budidaya dimulai sejak 7.565 hingga 7.265 tahun yang lalu. Para peneliti juga mencatat, temuan mereka menunjukkan alpukat telah dibudidayakan ribuan tahun sebelum tanaman lain, seperti jagung.