FOTO: Potret Ribuan Pekerja Jaringan Penipuan Online Internasional Terjebak di Myanmar, Ada Warga Indonesia

Lebih dari 7.000 pekerja asing yang diselamatkan dari jaringan pusat penipuan online di Shwe Kokko dan KK Park menunggu untuk dipulangkan.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Potret Ribuan Pekerja Jaringan Penipuan Online Internasional Terjebak di Myanmar, Ada Warga Indonesia
Sejumlah pekerja diamankan dalam operasi operasi penindakan aktivitas terlarang oleh Pasukan Penjaga Perbatasan Karen (BGF) di Kota Myawaddy, Myanmar pada 26 Februari 2025. Lebih dari 7.000 orang yang merupakan pekerja sekaligus korban diselamatkan dari pusat penipuan online di Shwe Kokko dan KK Park. Mereka kini masih terjebak di Myanmar dan menunggu untuk dipulangkan ke negara asalnya. (©AFP/STR)

Lebih dari 7.000 pekerja asing yang diselamatkan dari jaringan pusat penipuan online internasional di Shwe Kokko dan KK Park, Myawaddy, Myanmar, saat ini menunggu untuk dipulangkan ke negara asal mereka. Demikian laporan Pasukan Penjaga Perbatasan Karen (BGF) sebagaimana dikutip Bangkok Post (27/2).

Menurut laporan media setempat, BGF telah menyerahkan daftar 7.141 nama korban dari 28 negara kepada Satgas Ratchamanu Thailand untuk diproses lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, 6.716 adalah pria, sementara 425 lainnya adalah wanita.

Kelompok korban terbesar berasal dari Tiongkok, dengan total 4.860 orang (4.764 pria dan 96 wanita). Disusul oleh warga negara Vietnam (511 pria dan 61 wanita), India (498 pria dan 28 wanita), Ethiopia (396 pria dan 34 wanita), Indonesia (217 pria dan 66 wanita), serta Filipina (54 pria dan 73 wanita).

Negara lainnya yang warganya turut menjadi korban dalam kasus ini adalah Malaysia (65 pria dan 4 wanita), Pakistan (64 pria dan 4 wanita), Kenya (38 pria dan 26 wanita), serta Taiwan (24 pria dan 1 wanita).

Kasus ini menyoroti semakin maraknya praktik perdagangan manusia dan eksploitasi tenaga kerja di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam operasi penipuan online yang memanfaatkan korban sebagai tenaga kerja paksa. Saat ini, proses koordinasi antarnegara terus dilakukan guna memastikan pemulangan dan rehabilitasi para korban.

Rekomendasi