Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tergabung dalam UNIFIL dari Prancis terlihat melakukan patroli di wilayah Al-Qasmiyeh, Lebanon selatan, Sabtu 18 April 2025. Aktivitas tersebut berlangsung seiring kembalinya warga sipil ke rumah mereka setelah sebelumnya mengungsi akibat konflik bersenjata yang melanda kawasan itu
Kehadiran pasukan penjaga perdamaian menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas di tengah masa gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan Lebanon. Kesepakatan penghentian sementara pertempuran selama 10 hari dicapai pada 16 April, dengan tujuan membuka ruang negosiasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama enam minggu.
Pertempuran tersebut melibatkan serangan intensif antara militer Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung oleh Iran. Dalam periode konflik, Israel melancarkan serangan udara dalam skala besar di berbagai wilayah Lebanon, disertai operasi darat di bagian selatan negara itu.
Dampak konflik menyebabkan ribuan warga mengungsi dari daerah terdampak. Dengan adanya gencatan senjata, sebagian warga mulai kembali untuk memeriksa kondisi rumah dan lingkungan mereka. Namun, situasi di lapangan masih diliputi ketidakpastian, mengingat proses negosiasi belum mencapai kesepakatan permanen.