Presiden Venezuela Nicolas Maduro kembali memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu). Kemenangan ini telah menciptakan reaksi penolakan warga yang berujung kericuhan. Foto: Reuters
Demonstrasi besar-besaran terjadi di jalanan Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro dinyatakan kembali memenangkan pemilu.
Massa berkumpul di beberapa wilayah ibu kota, meneriakkan kalimat "Kebebasan, kebebasan!" dan "Pemerintah ini akan jatuh!" Foto: Reuters
Advertisement
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap hasil pemilu yang dinilai kontroversial. Foto: Reuters
Advertisement
Mereka juga mengeluarkan sorakan untuk menolak hasil pemilu yang dianggap tidak adil. Foto: Reuters
Beberapa demonstran terlihat membawa ketapel dan melemparkan batu ke arah aparat keamanan, demonstran ada yang membawa bom molotov dan melemparnya ke depan pasukan keamanan. Foto: Reuters
Sebagai tanggapan, aparat menembakkan pun tak tinggal diam, mereka menembakan gas air mata untuk mengendalikan situasi. Foto: Reuters
Maduro, yang kini berusia 61 tahun, tengah menghadiri pertemuan di mana Dewan Pemilihan Nasional (CNE) mengesahkan pemilihannya kembali untuk masa jabatan ketiga. Foto: Reuters
Advertisement
Advertisement
Dengan demikian, Maduro akan menjabat sebagai presiden selama enam tahun ke depan hingga 2031. Foto: Reuters
Advertisement
Di tengah kritik internasional yang meningkat, pemerintah Caracas mengambil langkah drastis dengan mengumumkan akan menarik staf diplomatik dari tujuh negara Amerika Latin yang mempertanyakan kemenangan Maduro. Foto: Reuters
Langkah ini menambah ketegangan di kancah diplomatik dan memperlihatkan semakin dalamnya krisis politik di Venezuela. Foto: Reuters