Erdogan Sebut Mursi Mati Dibunuh

Kamis, 20 Juni 2019 15:58 Reporter : Pandasurya Wijaya
Erdogan Sebut Mursi Mati Dibunuh Erdogan dan Mursi. ©Getty

Merdeka.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemarin menuduh pemerintah Mesir tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkan nyawa bekas Presiden Mesir Muhammad Mursi.

"Mursi sekarat jatuh di ruang sidang selama 20 menit. Pihak berwenang tidak berusaha menolongnya," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi di Istanbul ketika dia menghadiri salat gaib bagi Mursi.

"Mursi dibunuh, dia tidak meninggal karena penyebab alami," kata Erdogan.

Mursi diketahui mengidap diabetes, darah tinggi, dan sakit liver, dia juga kerap ditahan di dalam sel isolasi selama 23 jam sehari. Selain itu Mursi juga tidak diberi perawatan medis.

Dilansir dari laman Al Araby, Kamis (20/6), Maret lalu sebuah panel di parlemen Inggris memperingatkan Mursi bisa cepat meninggal jika dia tidak mendapat perawatan medis.

Harian the Independent mengutip Abdullah al-Haddad, yang ayah dan kakaknya hadir dalam persidangan bersama Mursi, mengatakan, 'tak seorang pun' menolong Mursi ketika dia jatuh pingsan.

"Dia jatuh di lantai selama beberapa saat sampai penjaga membawa dia keluar. Ambulans tiba 30 menit kemudian. Ketika tahanan lain melihat Mursi terjatuh, mereka mulai berteriak. Di antara tahanan itu ada seorang dokter dan dia meminta penjaga mengizinkan dirinya menolong Mursi sebagai pertolongan pertama," kata Haddad kepada the Independent.

"Membiarkan dia ketika jatuh itu disengaja. Yang pertama kali dilakukan penjaga ketika tahanan lain mulai berteriak adalah membawa keluarga mereka keluar ruang sidang."

Kesaksian Haddad dan aktivis anonim bertentangan dengan keterangan versi pemerintah Mesir yang mengatakan Muris 'segera dilarikan ke rumah sakit setelah dia pingsan'.

Perserikatan Bangsa-Bangsa kemarin menyerukan ada penyelidikan independen atas kematian Mursi.

"Kematian mendadak dalam penahanan harus diikuti dengan penyelidikan transparan yang dilakukan oleh lembaga independen untuk menentukan penyebab kematian," ujar Rupert Colville, juru bicara Komisi HAM PBB.

Erdogan menjalin hubungan erat dengan Mursi, presiden sipil pertama yang juga tokoh Ikhwanul Muslimin.

Namun hubungan Ankara dengan Kairo memburuk setelah militer Mesir yang dipimpin Abdul Fattah al-Sisi melengserkan Mursi pda 2013. Sisi kemudian menjadi presiden.

Erdogan mengecam keras pengambilalihan kekuasaan di Mesir oleh militer dan menyebut tindakan itu 'kudeta'.

"Kita akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membawa Mesir ke pengadilan internasional."

Kantor Kejaksaan Agung Mesir mengatakan Mursi 'segera dibawa ke rumah sakit' dan perawat mengumumkan dia sudah meninggal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmad Hafiz mengecam keras seruan juru bicara Komisi HAM PBB Rupert Colville yang meminta penyelidikan independen atas kematian Mursi. Dia menuding PBB sedang berupaya mempolitisasi kematian Mursi. [pan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini