Donald Trump Ancam Berlakukan Status Darurat Nasional

Sabtu, 5 Januari 2019 15:36 Reporter : Merdeka
Donald Trump Ancam Berlakukan Status Darurat Nasional Presiden Donald Trump. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Shutdown atau tutupnya sebagian pemerintah Amerika Serikat telah memasuki minggu kedua, sejak ditetapkan pada Jumat dini hari, 21 Desember 2018, tepat pukul 00.00 waktu AS.

Donald Trump, presiden ke-45 negara itu, bahkan menyampaikan kepada para pemimpin Kongres di Gedung Putih bahwa shutdown akan terus terjadi hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

"Aku sungguh-sungguh mengatakannya," kata Trump selama konferensi pers Rose Garden, ketika ditanya media terkait ucapan Senator Chuck Schumer terkait shutdown tanpa batas waktu.

Trump, yang juga seorang pengusaha, juga mengancam untuk menyatakan keadaan darurat nasional dan membangun dinding pembatas tanpa persetujuan Kongres.

"Aku bisa melakukannya, jika memang menginginkan," ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (5/1).

Donald Trump sedang dihadapkan pada pemerintahan yang terpecah, dengan Demokrat yang baru saja mengendalikan DPR.

Dalam sebuah pertemuan tertutup, orang-orang kubu Republik melaporkan kepada awak media bahwa Trump siap menutup pemerintah untuk waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun jika kesepakatan sama sekali tak pernah tercapai.

Sebelumnya, Ayah Ivanka Trump itu telah mengundang para pimpinan dari kedua pihak untuk bermusyawarah kembali di Gedung Putih, hanya berselang dua hari setelah pertemuan yang membicarakan soal keamanan perbatasan dilakukan di Situation Room dan tidak menjumpai titik temu.

Dikusi kedua tersebut juga dijalankan sehari setelah Nancy Pelosi menjadi pembicara DPR (pembicara wanita pertama dalam sejarah DPR AS) dan Demokrat meloloskan undang-undang untuk membuka kembali pemerintah.

Berusaha untuk meredakan kekhawatiran, Gedung Putih melalui Donald Trump menunjuk wakil presiden Mike Pence, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen, dan penasihat presiden Jared Kushner untuk bekerja dengan delegasi Kongres pada pertemuan yang dijadwalkan Sabtu pagi, 1 Januari 2019 waktu Amerika Serikat.

Senator Jack Reed, senior Demokrat pada komisi layanan bersenjata, mengkritik komentar Trump pada Jumat sore dan mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Mendeklarasikan darurat nasional yang dibuat-buat untuk menghindari persetujuan Kongres adalah sebuah kesalahan."

Sementara itu, konstitusi AS memberikan Kongres kekuasaan atas pendanaan pemerintah federal, sehingga Trump mungkin akan menghadapi tantangan hukum jika ia mencoba memaksa Kongres untuk membiayai pembangunan tembok.

Sumber: Liputan6

Reporter: Afra Augesti [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Amerika Serikat
  2. Donald Trump
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini