Dokumen Bocor Ungkap Militer AS Sudah Ingatkan Trump Soal Pandemi Virus Corona

Jumat, 3 April 2020 07:06 Reporter : Iqbal Fadil
Dokumen Bocor Ungkap Militer AS Sudah Ingatkan Trump Soal Pandemi Virus Corona pentagon. shutterstock

Merdeka.com - Sebuah dokumen rahasia milik Pentagon mengungkap, militer Amerika Serikat sudah memperingatkan Presiden Donald Trump akan muncul wabah penyakit baru. Dokumen yang dibuat tahun 2017 itu menjelaskan ancaman wabah virus pernapasan baru itu akan membuat kelangkaan peralatan medis akibat banyaknya pasien.

"Ancaman yang paling mungkin dan signifikan adalah penyakit pernapasan baru, terutama penyakit baru influenza," tulis dokumen pentagon 'military plan' yang diperoleh majalah mingguan The Nation seperti dikutip PressTV.com, Kamis (2/4).

Dokumen yang berjudul "USNORTHCOM Branch Plan 3560: Pandemi Influenza dan Infectious Disease Response", secara khusus merujuk pada apa yang kini dikenal dengan virus corona. Dalam beberapa bagian isi dokumen itu disebutkan "infeksi coronavirus [adalah] umum di seluruh dunia."

Denis Kaufman, mantan kepala Divisi Penyakit Menular dan Penanggulangan di Badan Intelijen Pertahanan, juga menegaskan bahwa militer AS telah mengetahui virus corona selama bertahun-tahun.

"Komunitas Intelijen telah memperingatkan tentang ancaman dari virus influenza yang sangat patogen (menular) selama setidaknya dua dekade. Mereka telah memperingatkan tentang virus corona setidaknya selama lima tahun," jelas Kaufman dalam sebuah wawancara.

"Ada pernyataan baru-baru ini bahwa pandemi coronavirus mewakili kegagalan intelijen. Itu membiarkan orang-orang yang mengabaikan peringatan intelijen lolos," tambah Kaufman.

Dalam dokumen 103 halaman rencana respons juga memperingatkan tentang kelangkaan peralatan medis setelah penyebaran virus terjadi secara massal.

"Persaingan untuk, dan kelangkaan sumber daya akan mencakup ... MCM non-farmasi [Penanggulangan Medis] (misalnya, ventilator, perangkat, peralatan pelindung pribadi seperti masker dan sarung tangan), peralatan medis, dan dukungan logistik. Ini akan memiliki dampak signifikan tentang ketersediaan tenaga kerja global," kata dokumen itu.

1 dari 1 halaman

Lebih dari 5.000 orang telah meninggal akibat covid-19 di Amerika Serikat. Angka ini lebih banyak dari 2.977 orang yang meninggal dalam serangan 11 September 2001.

Hari Rabu (1/4) tercatat total korban meninggal dalam sehari di AS mencapai seribu lebih orang, dua kali lipat dari rekor sebelumnya.

Total kasus yang dikonfirmasi positif hingga awal April ini berdasarkan data worldmeters.info hampir mencapai satu juta orang. AS berada di urutan pertama dengan jumlah infeksi mencapai 228.235 orang. Angka kematian sebanyak 5.365 orang yang menempatkan negara itu di urutan ketiga setelah Italia (13.915 kematian) dan Spanyol (10.003 kematian). [bal]

Baca juga:
Laporan Intelijen AS Sebut China Umumkan Data Palsu Soal Angka Kematian Karena Corona
Pegawai Kedutaan Amerika di Jakarta Meninggal karena Corona
Kamar Jenazah Penuh, Jasad Pasien Virus Corona di New York Ditampung di Truk Es
Dulu Remehkan Virus Corona, Trump Kini Serukan Warga AS Bersiap Hadapi Masa Sulit
Bantuan Medis Atasi Corona untuk Iran Terhalang, AS Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi
Ilmuwan Pakistan: Virus Corona Diciptakan di Laboratorium AS sebagai Senjata Biologi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini