Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Deretan Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia Sampai-Sampai Nyawa Jadi Taruhannya

Deretan Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia Sampai-Sampai Nyawa Jadi Taruhannya Tol Listrik PLN. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Memiliki pekerjaan menjadi salah satu keinginan setiap orang. Namun tak semua profesi aman untuk dikerjakan. Ada sejumlah profesi yang memiliki banyak risiko dan bahaya, salah satunya tingkat kecelakaan kerja yang tinggi.

Meski begitu, masih banyak orang yang menjalani profesi tersebut. Berikut profesi berbahaya yang dijalani sejumlah orang di dunia, salah satunya di Indonesia, berdasarkan Bureau of Labor Statistics:

Pemotong Kayu

Profesi sebagai pemotong kayu termasuk berbahaya. Menurut Bureau of Labor Statistics, "Sebagian besar kematian terjadi karena terkena mesin atau objek lainnya".

Untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja, pihak industri melakukan langkah-langkah keselamatan dan peralatan yang tepat.

Pada 2013, profesi sebagai penebang pohon menjadi pekerjaan paling berbahaya, dengan 91,3 persen kematian.

Pilot dan Insinyur Penerbangan

Meski bergaji besar, tingkat kecelakaan pilot dan insinyur penerbangan terbilang tinggi. Menurut Bureau of Labor Statistics, tingkat kecelakaan pilot dan insinyur penerbangan sebesar 48,6 persen.

Pilot komersial dan insinyur penerbangan juga bertanggung jawab pada anggota awak pesawat, hingga mesin dan sistem lainnya selama penerbangan. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab pada ratusan nyawa hampir setiap harinya.

Tukang Bangunan

Profesi sebagai tukang bangunan juga tak bisa dianggap remeh. Mereka mempertaruhkan nyawa selama proses pembangunan. Bahkan mereka memberanikan diri berada di atas bangunan. Namun, mereka harus tetap waspada. Saat pembangunan perumahan, lebih dari sepertiga tukang bangunan meninggal dunia akibat jatuh dari atap.

Mereka akan mengalami cedera ringan hingga sangat fatal. Selama bekerja, mereka mengangkat, hingga memanjat atap.

Petugas Pasang Listrik

Profesi sebagai tukang listrik juga terbilang berbahaya. Itulah sebabnya para petugas dilengkapi pakaian keselamatan. Menurut Bureau of Labor Statistics, tingkat kecelakaan para petugas pemasang listrik sebanyak 18,7 persen.

Biasanya salah satu penyebab listrik gangguan karena faktor alam. Mereka harus memanjat tiang listrik, dan hanya berbekal tali dan alat keselamatan. Jika kurang berhati-hati, para petugas pemasang listrik akan tersetrum dan meninggal dunia.

Pekerja Nuklir di Jepang

Bukan hal yang mudah menjadi pekerja nuklir di Jepang. Ada banyak risiko yang dihadapi. Pekerjaan ini mengharuskan pegawainya menginap dan selalu siaga memperbaiki reaktor nuklir.

Upah yang diberikan cukup besar, mencapai 100 ribu yen jepang per hari atau sekitar 10 juta rupiah per harinya. Namun resiko dari pekerjaan ini sangat besar, seperti cacat seumur hidup akibat reaksi nuklir.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP