Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dendam Kesumat Iran pada Amerika Serikat

Dendam Kesumat Iran pada Amerika Serikat Pangkalan Militer Amerika Serikat yang Dirudal Iran di Irak. ©2020 REUTERS/John Davison

Merdeka.com - Dendam Iran kepada Amerika Serikat belum tuntas semenjak Mayor Jenderal Qassim Soleimani tewas dibunuh atas perintah Presiden AS, Donald Trump. Soleimani tewas akibat serangan pesawat tak berawak di di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Rabu (8/1).

Serangan demi serangan dilakukan Iran untuk membalas perbuatan AS. Berikut ulasannya:

Ali Khamenei Janji Balas Kematian Soleimani

Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei berjanji akan membalas kematian Soleimani.

"Syahid adalah balasan bagi segala jasanya selama ini," tulis Khamenei di Twitter.

"Dengan kematiannya, insya Allah segala jasa dan warisannya tidak akan berhenti, tapi pembalasan dendam akan menghampiri para kriminal yang tangan mereka penuh darah para syuhada setelah insiden tadi malam," tulis Khamenei.

Peringatan Presiden Iran

Presiden Iran, Hassan Rouhani memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa pihaknya akan melakukan balasan berbahaya jika Gedung Putih kembali menyerang.

"Jika AS membuat kesalahan lagi, dia akan menerima balasan yang sangat berbahaya," kata Rouhani saat berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dikutip dari Aljazeera, Jumat (10/1).

"Amerika dan Gedung Putih tak paham dengan kawasan dan mengakui betapa mereka telah melakukan kesalahan setelah tindakan teroris mereka dan mengikuti pemberontakan negara-negara kawasan dan persatuan yang telah diciptakan."

Tiga Pangkalan Amerika di Irak Diserang Rudal dan Roket

Tiga pangkalan militer udara AS di Irak diserang. Serangan pertama pada Rabu (8/1), dua pangkalan militer AS, Al Assad dan Irbil di Irak diserang rudal balistik Iran. Menurut pihak Iran, 80 tentara AS tewas dalam serangan tersebut. Namun menurut pihak AS, tak ada korban dalam serang ini.

Kemudian serangan kedua terjadi pada Pada Minggu (12/1), Iran membombardir pangkalan udara AS di Al Balad di Irak. Delapan roket yang berjenis Katyusha menghantam pangkalan udara AS tersebut. Akibat serangan ini, empat pasukan militer mengalami luka-luka, di antaranya dua penerbang dan dua tentara Irak.

Pengganti Soleimani Sebut AS Pengencut & Janji Balas dengan Jantan

Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Ismail Qaani yang baru ditunjuk menggantikan Jenderal Qassim Sulaimani, mengatakan Amerika Serikat (AS) membunuh pendahulunya dengan cara pengecut dan bersumpah akan menghantam musuhnya secara jantan. Hal tersebut disampaikan Qaani saat berpidato pada Senin (20/1) dalam upacara perkenalan dirinya sebagai pimpinan baru Garda Revolusi.

"Mereka (AS) menyerangnya (Sulaimani) dengan cara pengecut, tapi dengan rahmat Tuhan dan melalui kerja keras para pencari kemerdekaan di seluruh dunia yang ingin membalas dendam atas darahnya, kita akan menghantam musuhnya secara jantan," jelasnya, dikutip dari Aljazeera, Selasa (21/1).

Iran Janji Serang Empat Kedubes AS

Iran memiliki banyak rencana untuk menyerang Amerika Serikat. Setelah tiga pangkalan udara AS di Irak diserang, Iran juga berencana menghancurkan empat kedutaan besar Amerika Serikat di sejumlah negara.

Sejumlah pejabat AS berkomentar terkait rencana serangan Iran ke empat kedutaan AS di sejumlah negara. Mereka yakni Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper. Bahkan mereka mengklaim sudah mengetahui adanya rencana serangan terhadap empat Kedubes AS.

Presiden AS, Donald Trump menegaskan bahwa sebelum meninggal, Jenderal Iran, Qassim Sulaimani berencana untuk meledakkan kedutaan besar AS dengan serangan pesawat tak berawak. Tak hanya itu, Sulaimani juga mengancam beberapa kedutaan besar Amerika di luar negeri.

"Saya yakin itu (Sulaimani) sudah berencana mengancam empat kedutaan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

"Soleimani secara aktif merencanakan serangan baru, dan dia menyasar kedutaan besar kami, dan bukan hanya kedutaan besar di Baghdad," kata Trump saat di Ohio, seperti dikutip dari BBC.

Dua Kedubes AS di Irak Diserang Roket

Dua roket jatuh di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Selasa (21/1). Kedutaan Besar AS terletak di Zona Hijau yang dijaga ketat, menurut sumber-sumber keamanan.

Sirene terdengar di seluruh wilayah Zona Hijau sesaat setelah roket tersebut mendarat. Namun belum ada keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut. Demikian dikutip dari Alarabiya, Selasa (21/1).

AS menyalahkan paramiliter yang didukung Iran atas sejumlah serangan serupa dalam beberapa bulan terakhir di wilayah Zona Hijau. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP