Dendam Kesumat Iran pada Amerika Serikat

Selasa, 21 Januari 2020 12:49 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Dendam Kesumat Iran pada Amerika Serikat Pangkalan Militer Amerika Serikat yang Dirudal Iran di Irak. ©2020 REUTERS/John Davison

Merdeka.com - Dendam Iran kepada Amerika Serikat belum tuntas semenjak Mayor Jenderal Qassim Soleimani tewas dibunuh atas perintah Presiden AS, Donald Trump. Soleimani tewas akibat serangan pesawat tak berawak di di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Rabu (8/1).

Serangan demi serangan dilakukan Iran untuk membalas perbuatan AS. Berikut ulasannya:

1 dari 6 halaman

Ali Khamenei Janji Balas Kematian Soleimani

Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei berjanji akan membalas kematian Soleimani.

"Syahid adalah balasan bagi segala jasanya selama ini," tulis Khamenei di Twitter.

"Dengan kematiannya, insya Allah segala jasa dan warisannya tidak akan berhenti, tapi pembalasan dendam akan menghampiri para kriminal yang tangan mereka penuh darah para syuhada setelah insiden tadi malam," tulis Khamenei.

2 dari 6 halaman

Peringatan Presiden Iran

Presiden Iran, Hassan Rouhani memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa pihaknya akan melakukan balasan berbahaya jika Gedung Putih kembali menyerang.

"Jika AS membuat kesalahan lagi, dia akan menerima balasan yang sangat berbahaya," kata Rouhani saat berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dikutip dari Aljazeera, Jumat (10/1).

"Amerika dan Gedung Putih tak paham dengan kawasan dan mengakui betapa mereka telah melakukan kesalahan setelah tindakan teroris mereka dan mengikuti pemberontakan negara-negara kawasan dan persatuan yang telah diciptakan."

3 dari 6 halaman

Tiga Pangkalan Amerika di Irak Diserang Rudal dan Roket

Tiga pangkalan militer udara AS di Irak diserang. Serangan pertama pada Rabu (8/1), dua pangkalan militer AS, Al Assad dan Irbil di Irak diserang rudal balistik Iran. Menurut pihak Iran, 80 tentara AS tewas dalam serangan tersebut. Namun menurut pihak AS, tak ada korban dalam serang ini.

Kemudian serangan kedua terjadi pada Pada Minggu (12/1), Iran membombardir pangkalan udara AS di Al Balad di Irak. Delapan roket yang berjenis Katyusha menghantam pangkalan udara AS tersebut. Akibat serangan ini, empat pasukan militer mengalami luka-luka, di antaranya dua penerbang dan dua tentara Irak.

4 dari 6 halaman

Pengganti Soleimani Sebut AS Pengencut & Janji Balas dengan Jantan

Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Ismail Qaani yang baru ditunjuk menggantikan Jenderal Qassim Sulaimani, mengatakan Amerika Serikat (AS) membunuh pendahulunya dengan cara pengecut dan bersumpah akan menghantam musuhnya secara jantan. Hal tersebut disampaikan Qaani saat berpidato pada Senin (20/1) dalam upacara perkenalan dirinya sebagai pimpinan baru Garda Revolusi.

"Mereka (AS) menyerangnya (Sulaimani) dengan cara pengecut, tapi dengan rahmat Tuhan dan melalui kerja keras para pencari kemerdekaan di seluruh dunia yang ingin membalas dendam atas darahnya, kita akan menghantam musuhnya secara jantan," jelasnya, dikutip dari Aljazeera, Selasa (21/1).

5 dari 6 halaman

Iran Janji Serang Empat Kedubes AS

Iran memiliki banyak rencana untuk menyerang Amerika Serikat. Setelah tiga pangkalan udara AS di Irak diserang, Iran juga berencana menghancurkan empat kedutaan besar Amerika Serikat di sejumlah negara.

Sejumlah pejabat AS berkomentar terkait rencana serangan Iran ke empat kedutaan AS di sejumlah negara. Mereka yakni Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper. Bahkan mereka mengklaim sudah mengetahui adanya rencana serangan terhadap empat Kedubes AS.

Presiden AS, Donald Trump menegaskan bahwa sebelum meninggal, Jenderal Iran, Qassim Sulaimani berencana untuk meledakkan kedutaan besar AS dengan serangan pesawat tak berawak. Tak hanya itu, Sulaimani juga mengancam beberapa kedutaan besar Amerika di luar negeri.

"Saya yakin itu (Sulaimani) sudah berencana mengancam empat kedutaan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

"Soleimani secara aktif merencanakan serangan baru, dan dia menyasar kedutaan besar kami, dan bukan hanya kedutaan besar di Baghdad," kata Trump saat di Ohio, seperti dikutip dari BBC.

6 dari 6 halaman

Dua Kedubes AS di Irak Diserang Roket

Dua roket jatuh di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Selasa (21/1). Kedutaan Besar AS terletak di Zona Hijau yang dijaga ketat, menurut sumber-sumber keamanan.

Sirene terdengar di seluruh wilayah Zona Hijau sesaat setelah roket tersebut mendarat. Namun belum ada keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut. Demikian dikutip dari Alarabiya, Selasa (21/1).

AS menyalahkan paramiliter yang didukung Iran atas sejumlah serangan serupa dalam beberapa bulan terakhir di wilayah Zona Hijau. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket tersebut. [dan]

Baca juga:
Dua Roket Jatuh Dekat Kedutaan Besar Amerika di Irak
Sebut AS Pengecut, Iran Bersumpah akan Balas Kematian Sulaimani Secara Jantan
Serangan Siber AS dan Israel Sebabkan Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran?
Sepak Terjang Ismail Qaani, Pemimpin Baru Garda Revolusi Iran
Donald Trump Cerita Detik-detik Jenderal Soleimani Tewas
Lima Negara Tuntut Iran Bayar Kompensasi Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini