Demo Rusuh di Papua Jadi Sorotan Media Internasional

Jumat, 30 Agustus 2019 20:13 Reporter : Merdeka
Demo Rusuh di Papua Jadi Sorotan Media Internasional Kerusuhan di Jayapura. ©Indra Thamrin Hatta/AFP

Merdeka.com - Unjuk rasa warga Papua yang diwarnai kekerasan di Ibu Kota Jayapura kemarin menjadi sorotan sejumlah media internasional. Demonstrasi warga Papua itu bentrok dengan aparat keamanan dan menyebabkan sejumlah toko dan gedung pemerintah dirusak dan dibakar, termasuk gedung PT Telkom juga hangus dibakar.

Media Jepang, The Asahi Shimbun melaporkan, Jumat (30/8), perusahaan Listrik Negara (PLN) memadamkan listrik di daerah-daerah di sekitar gedung yang terbakar. Demikian menurut keterangan Ahmad Rofik, direktur regional PLN untuk Maluku dan Papua, kepada kantor berita Reuters.

Sementara itu media Qatar, Aljazeera, mengutip Harun Ona Rumbarar, seorang demonstran, yang mengatakan aksi unjuk rasa dimulai di depan gedung Expo di Jayapura, ibu kota provinsi Papua.

"Sekitar pukul 10 pagi, polisi mulai membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata," katanya.

Tetapi demonstran kembali lagi ke jalan dalam beberapa menit, ketika ratusan mahasiswa dari Universitas Cendrawasih bergabung dengan pengunjuk rasa.

Para demonstran kemudian bergerak ke daerah Abepura sebelum menuju kantor gubernur di Jayapura. Massa melempar batu ke arah gedung PT Telkom Indonesia.

"Itu tidak terduga," kata demonstran Maria Dejan. "Tiba-tiba, demonstran melemparkan batu ke gedung, menghancurkan kaca jendela."

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib mengatakan kepada Aljazeera, Gedung MRP juga ikut dibakar.

"Kami tidak tahu siapa yang membakar gedung itu," katanya.

Ngurah Suryawan, seorang antropolog di Universitas Papua menyebutkan kelompok-kelompok yang menyerang bangunan itu tidak hanya mengekspresikan kemarahan mereka terhadap pemerintah pusat di Jakarta, tetapi juga terhadap MRP.

"Orang Papua yang marah ini merasa bahwa mereka telah diperas oleh dua kekuatan yang mengeksploitasi mereka (Jakarta dan elit Papua Barat)."

Harun, saksi saat demo mengatakan ia mencoba menghentikan demonstran agar tidak merusak toko, ATM, dan hotel.

"Baru kali ini saya merasa demo mereka sudah kelewat batas, sangat emosional," katanya.

Harun menyebutkan aksi unjuk rasa ini adalah akumulasi dari apa yang dirasakan masyarakat Papua. Ketika mereka menghancurkan fasilitas umum, mereka juga mengeluh bahwa mereka sudah lelah dengan negara ini. Ada ketidakpastian dalam penegakan hukum. Kami sudah sangat sabar.

Minggu lalu, pemerintah memblokir akses internet d Papua Barat, diikuti pengiriman tentara dan polisi tambahan ke Papua untuk meredam aksi protes yang sedang berlangsung dan mengamankan fasilitas publik yang vital.

Reporter Magang: Ellen RiVeren [pan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini