Cerita wali kota New York bela polwan muslimah dari ancaman warga
Merdeka.com - Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan dia merasa sangat muak dengan insiden ketika seorang polisi wanita yang juga seorang muslimah di kota yang dilaporkan mendapat ancaman pembunuhan oleh seorang pria.
"Hei, ISIS, saya akan memenggal lehermu. Pulang sana ke negaramu," ancam si lelaki itu kepada polwan muslimah yang sedang tidak bertugas.
De Blasio mengatakan insiden yang menimpa polwan muslimah itu sangat tidak bisa diterima di kotanya dan di negaranya.
"Saya sangat muak ketika mendengar salah satu polisi kita diancam hanya karena agamanya. Kita tidak bisa biarkan hal ini," ujar de Blasio dalam juma pers, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Rabu (6/12).

wali kota new york bill de blasio dalam jumpa pers bersama polwan muslimah aml elsokary ©Twitter
Aml Elsokary, nama polwan muslimah, itu mengatakan dia baru saja mengantar putranya yang berusia 16 tahun di daerah Brooklyn Sabtu malam lalu dan memarkir mobilnya. Ketika kembali seorang pria mulai bertengkar dengan anaknya. Elsokary saat itu tidak mengenakan seragam dan memakai hijab. Dia mencoba menengahi pertengkaran itu tapi pria tadi dengan ketus mengucapkan ancamannya sebelum kemudian kabur.
"Ini adalah negaranya Elsokary. Dia seorang warga Amerika, dia warga New York. Dia sudah berada di rumahnya," kata de Blasio.
"Dia bertugas untuk kota ini. Dia adalah contoh dari apa yang kita inginkan dari sesama warga negara--punya rasa peduli, mau melayani, melakukan suatu hal yang bermanfaat."
Elsokary, polwan muslimah berusia 34 tahun, sudah bertugas selama 11 tahun di kepolisian New York (NYPD).
Dalam waktu 24 jam, polisi New York kemudian menangkap pria bernama Christopher Nelson, 36 tahun dan mendakwanya dengan tuduhan melakukan kejahatan karena kebencian dan pelecehan.
Elsokary pada 2014 lalu pernah mendapat penghargaan karena berhasil menyelamtakan seorang nenek dan cucunya dari bangunan yang mengalami kebakaran di Brooklyn.
"Saya menolong siapa pun tanpa memandang agamanya. Saya lahir dan dibesarkan di sini dan saya di sini untuk melindungi kalian. Kepolisian mendukung saya memakai hijab. Saya ingin berterima kasih kepada semua polisi muslim yang mendukung saya," ujar Elsokary dalam jumpa pers itu.
Kepolisian New York mengatakan kejahatan karena kebencian belakangan melonjak sejak pemilu 8 November lalu. Hingga 27 November tercatat ada 34 kasus serupa dibanding tahun lalu yang hanya 13.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya