Catatkan Rekor Lonjakan, India Laporkan 95.735 Infeksi Covid-19 Dalam Satu Hari

Kamis, 10 September 2020 15:05 Reporter : Iqbal Fadil
Catatkan Rekor Lonjakan, India Laporkan 95.735 Infeksi Covid-19 Dalam Satu Hari Aktivitas Warga India di Tengah Wabah Covid-19. ©2020 AFP/INDRANIL MUKHERJEE

Merdeka.com - India melaporkan rekor lonjakan dari 95.735 infeksi virus corona baru dalam 24 jam terakhir ketika virus terus menyebar ke luar kota-kota besar di negara itu.

Dikutip Associated Press, menurut pejabat Kementerian Kesehatan, hingga Kamis (10/9), jumlah orang yang diketahui terinfeksi di India mencapai 4.465.863.

Angka ini tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat, di mana lebih dari 6,3 juta orang yang positif Covid-19.

Kementerian Kesehatan India juga melaporkan 1.172 kematian dalam 24 jam terakhir, dengan total kematian hingga 75.062. Jumlah kematian ini yang tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan Brasil.

Lonjakan angka infeksi baru disebabkan oleh pengujian harian yang melebihi 1 juta. Namun, para ahli memperingatkan bahwa wabah India memasuki fase yang lebih berbahaya karena virus menyebar ke kota-kota kecil dan desa-desa.

Ibukota India mengalami lonjakan rekor 4.618 kasus baru dalam 24 jam terakhir dengan 19 kematian. New Delhi, Pune, Mumbai dan Chennai adalah kota yang paling parah terkena dampak di negara ini.

Dengan ekonomi berkontraksi dengan rekor 23,9% pada kuartal April-Juni, membuat jutaan pengangguran, otoritas India mengatakan mereka tidak punya banyak pilihan selain terus membuka kembali ekonomi.

Sementara itu, Serum Institute of India menyatakan bahwa penghentian sementara studi tahap akhir kandidat vaksin Covid-19 AstraZeneca tidak akan memengaruhi jadwal uji coba vaksin di India. Studi di beberapa negara dihentikan karena penyakit "yang berpotensi tidak dapat dijelaskan" pada relawan vaksin di Inggris.

Otoritas India mengatakan mereka akan meninjau laporan penyakit dan menilai informasi dari uji klinis awal pada manusia di India.

Serum, pembuat vaksin terbesar di dunia menurut volume, memproduksi vaksin secara massal untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

2 dari 2 halaman

Sementara itu dari Korea Selatan dilaporkan, kasus baru infeksi telah turun di bawah 200 selama delapan hari berturut-turut, menunjukkan kebangkitan virus melambat di tengah aturan jarak sosial yang ketat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea pada Kamis mengatakan telah melaporkan 155 kasus tambahan selama 24 jam terakhir, menjadikan penghitungan nasional menjadi 21.743 dengan 346 kematian. Infeksi baru melonjak di Korea Selatan, sebagian besar di wilayah Seoul, sejak awal Agustus.

Pihak berwenang di wilayah Seoul kemudian memerintahkan penutupan gereja, tempat hiburan malam dan pusat kebugaran serta membatasi makan di restoran. Aturan yang ditingkatkan itu berakhir pada hari Minggu, dan pemerintah akan mengumumkan apakah akan memperpanjangnya.

[bal]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. India
  3. Covid 19
  4. Virus Corona
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini