Bukan Rahasia Lagi, Israel Persenjatai Geng ISIS dan Mafia Narkoba di Gaza untuk Jarah Bantuan Kemanusiaan

Peimpin oposisi Israel menyebut informasi soal itu dalam wawancara di stasiun televisi.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Bukan Rahasia Lagi, Israel Persenjatai Geng ISIS dan Mafia Narkoba di Gaza untuk Jarah Bantuan Kemanusiaan
Yasser Abu Shabab (facebook)

Pemimpin oposisi Israel, Avigdor Lieberman, menyebut pasukan Israel, atas persetujuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mempersenjatai “keluarga kriminal” di Gaza. Tuduhan ini memperkuat klaim bahwa Israel menggunakan geng Palestina untuk mengganggu distribusi bantuan di wilayah yang terkepung.

“Israel telah menyediakan senapan serbu dan senjata ringan kepada keluarga kriminal di Gaza atas perintah Netanyahu,” kata Lieberman, ketua partai Yisrael Beiteinu dan mantan menteri keuangan serta wakil perdana menteri, kepada stasiun teevisi Israel, Kan, kemarin.

“Senjata-senjata itu diberikan kepada penjahat dan pelaku kejahatan, dan ditujukan terhadap Israel. Kepala Shin Bet tahu, saya tidak yakin kepala staf tahu. Kita berbicara tentang setara ISIS di Gaza,” tambahnya, merujuk pada kelompok Negara Islam.

“Tidak ada yang bisa menjamin senjata-senjata ini tidak akan digunakan melawan Israel. Kita tidak punya cara untuk memantau atau melacaknya,” kata dia, seperti dilansir Middle East Eye, Kamis (5/6).

Avigdor Lieberman
Avigdor Lieberman AFP/Ronen Zvulun

Netanyahu membenarkan

Menanggapi hal ini, kantor Netanyahu menyatakan: “Israel bekerja untuk mengalahkan Hamas dengan berbagai cara, atas rekomendasi semua kepala lembaga keamanan.”

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kemudian mengkonfirmasi laporan tersebut, menyatakan bahwa langkah itu membantu menyelamatkan nyawa tentara Israel.

Lieberman mengatakan Netanyahu secara sepihak menyetujui pengiriman senjata kepada klan Abu Shabab, sebuah geng bersenjata atau milisi yang menentang kekuasaan Hamas di Jalur Gaza.

"Pemerintah Israel memberikan senjata kepada sekelompok penjahat dan pelaku kejahatan, yang diidentifikasi dengan Negara Islam, atas arahan perdana menteri," kata Lieberman. "Sepengetahuan saya, ini tidak melalui persetujuan kabinet."

Diburu

Yasser Abu Shabab
Yasser Abu Shabab ynetnews

Beberapa laporan dalam beberapa bulan terakhir menyebutkan bahwa Israel diduga mendukung atau membiarkan geng bersenjata menjarah bantuan dan gudang makanan di Gaza. Beberapa situs berita Israel kemarin melaporkan, geng bersenjata tersebut dipimpin oleh Yasser Abu Shabab, anggota klan besar di Gaza selatan.

Mengutip sumber pertahanan yang tidak disebutkan namanya, Times of Israel melaporkan, senjata yang diberikan Israel kepada geng Abu Shabab termasuk beberapa senjata yang direbut pasukan Israel dari Hamas selama perang.

Pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters, Abu Shabab tengah diburu karena “bekerja sama dengan pendudukan melawan rakyatnya.” Pejabat tersebut mengatakan pejuang Hamas telah membunuh setidaknya dua lusin anak buah Abu Shabab sebelum Januari, setelah mereka diduga menjarah truk bantuan.

Anas al-Sharif dari Aljazeera Arabic melaporkan pada awal Mei bahwa pasukan Israel menyerang pemilik toko dan tim keamanan lokal Gaza yang berusaha melindungi toko dari penjarahan dan kekacauan.

Asaad al-Kafarna, seorang polisi di Gaza, dibunuh oleh pasukan Israel di dekat sebuah restoran pada 2 Mei setelah mengejar penjarah bersenjata yang dituduh berkolaborasi dengan militer Israel.

Menanggapi penjarahan oleh geng, sejumlah keluarga berpengaruh di Gaza menerbitkan pernyataan yang mengecam kejadian tersebut.

“Geng-geng ini bertindak sejalan dengan tujuan pendudukan,” tulis keluarga Madhoun saat itu.

Pada November, sebuah memo internal PBB yang diperoleh Washington Post mengungkapkan bahwa geng-geng “mungkin mendapat manfaat dari kebaikan pasif, jika bukan aktif” atau “perlindungan” dari pasukan Israel.

Salah satu pemimpin geng, menurut memo tersebut, mendirikan “kompleks seperti militer” di area yang “dibatasi, dikendalikan, dan dipatroli” oleh militer Israel.

Rekomendasi