Bom Meledak di Gereja Katedral Sulu Filipina, 15 Orang Tewas

Minggu, 27 Januari 2019 10:40 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Bom Meledak di Gereja Katedral Sulu Filipina, 15 Orang Tewas ilustrasi bom. ©2018 AFP PHOTO/JUNI KRISWANTO

Merdeka.com - Sebuah bom dilaporkan meledak di Gereja Katedral 'Our Lady of Mount Carmel' di Jolo, Sulu, Minggu (27/1). Laporan sementara, 15 orang dinyatakan tewas dalam insiden berdarah itu. Ledakan terjadi hanya beberapa hari setelah Hukum Organik Bangsamoro (BOL) disahkan.

Dari 15 korban jiwa, 5 adalah tentara Angkatan Darat Filipina dan 10 adalah warga sipil.

Polisi Daerah Otonomi di Mindanau Muslim (ARMM) mengatakan 46 orang lainnya terluka. 13 Di antaranya tentara dan 33 warga sipil.

"Korban segera dievakuasi. AFP, personel PNP (Angkatan Bersenjata Filipina, Kepolisian Nasional Filipina) mengamankan daerah itu," kata polisi ARMM, dikutip dari Rappler, Minggu (27/1).

Kelompok Investigasi dan Deteksi Kriminal PNP (CIDG) sebelumnya mengatakan dua alat peledak improvisasi (IED) digunakan untuk mengebom katedral.

Menurut ARMM, satu IED meledak di dalam katedral, dan satu lagi di pintu masuk.

Pemboman terjadi hampir seminggu setelah Komisi Pemilihan menganggap BOL telah diratifikasi.

BOL akan menghapus ARMM dan menggantinya dengan Daerah Otonomi Bangsamoro yang kuat di Muslim Mindanao, yang pembuatannya diharapkan bisa memperbaiki ketidakadilan historis yang dilakukan terhadap orang-orang Moro selama bertahun-tahun. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini