Bisakah Pengobatan Tradisional China Menyembuhkan Pasien Corona?
Merdeka.com - Dalam sebuah artikel terbaru yang diterbitkan akun WeChat untuk berita kesehatan, direktur sebuah rumah sakit di Provinsi Henan, Tang Ying, menjelaskan cara dia menjaga agar para dokternya tetap aman dari virus corona atau Covid-19 yaitu dengan menggunakan pengobatan tradisional China.
Staf adminsitrasi yang tidak secara langsung bersentuhan dengan pasien mengonsumsi sup jahe kering dengan licorice. Para dokter yang bekerja di bangsal demam harus menambahkan Guizhi Tang — sejenis formula terbuat dari kayu manis — termasuk Fuling, sejenis jamur, dan Bai Zhu, sejenis herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional China, yang berguna untuk kekebalan tubuh demi memperkuat fungsi limpa.
"Kali ini di depan medan perang melawan virus corona baru, pengobatan China tidak boleh absen," tulis Tang, dikutip dari laman Deutsche Welle (DW), Senin (17/2).
Pendekatan tradisionalnya sejalan dengan rekomendasi pemerintah China untuk mengatasi gejala virus. Saran yang diterbitkan Komisi Kesehatan Nasional pekan lalu termasuk suplemen bahan yang biasa digunakan oleh praktisi pengobatan China dengan obat-obatan barat.
Penyakit akibat virus corona ini belum ditemukan obatnya. Sejumlah dokter dan individu beralih ke pengobatan tradisional China, memicu perdebatan terkait efektivitas dan keamanan pengobatan ini.
Apakah Pengobatan Tradisional China Mempan?
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com"Ada ketegangan antara apa yang diidentifikasi dalam satu obat dan apa yang diidentifikasi dalam kita," kata Shelley Ochs, seorang praktisi pengobatan tradisional China di Beijing, kepada DW. Ochs, yang menerima gelar Ph.D. dari Akademi Ilmu Kedokteran China mengatakan para profesional yang terlatih dalam jenis pengobatan ini memiliki pertimbangan yang berbeda dalam hal mengidentifikasi, memerangi, dan mencegah penyakit.
"Kami menargetkan gejala yang ditunjukkan oleh orang tersebut dan kami menargetkan seluruh pola."
Komisi Kesehatan Nasional mempromosikan pengobatan tradisional karena pernah juga digunakan saat wabah SARS pada 2003 lalu untuk pasien yang menderita kerusakan tulang karena efek samping penggunaan steroid.
Upaya ini menjadi bagian lebih luas China untuk memperbarui dan menyebarkan praktik ini, sebuah pasar yang diprediksi akan menghasilkan pendapatan penjualan sebesar USD 433 miliar pada tahun 2020, menurut Kantor Informasi Dewan Negara China.
Namun beberapa profesional medis menanggapinya skeptis - dengan alasan bahwa bahan yang digunakan dalam pengobatan tradisional China tidak memiliki regulasi dan pengujian.
Setelah WHO menambahkan satu bagian tentang pengobatan tradisional ke dokumen rujukannya tentang pengobatan tahun lalu, dua kelompok ahli Eropa dari Federasi Akademi Kedokteran Eropa dan Dewan Penasihat Ilmu Akademi Eropa menerbitkan pernyataan bersama yang mendesak WHO untuk mempertimbangkan kembali.
Keraguan Barat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRekomendasi Komisi Kesehatan China untuk menggunakan bahan-bahan tradisional juga datang pada saat informasi yang salah dan penyembuhan yang belum diverifikasi untuk Covid-19 tersebar luas. WHO telah mencoba membantah seperti yang beredar online yang mengklaim bawang putih dan minyak wijen menawarkan perlindungan terhadap virus.Ming Lei, seorang profesor di Departemen Farmakologi Universitas Oxfodr mengatakan manfaat pengobatan tradisional China diakui di bidangnya terkait penggalian bahan untuk obat baru. Tetapi untuk mengobati virus corona dengan bahan-bahan ini tidak realistis. "Komponen bisa bermanfaat tetapi butuh waktu lama untuk berkembang," kata Lei.Sementara itu, China telah mulai menguji remdesivir, obat antivirus yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Amerika Gilead, yang belum disetujui untuk digunakan tetapi telah menunjukkan hasil positif.
Mencampur dan Mencocokkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeskipun pendekatan yang berbeda antara pengobatan China dan Barat, Ochs mengatakan itu tidak biasa jika penggunaannya dicampur; Pengobatan tradisional diintegrasikan ke banyak rumah sakit umum di China, dan dokter pengobatan tradisional China di China dilatih soal pengobatan barat. Mengingat belum ada obat yang pasti, Ochs melihat ide campuran sebagai pilihan yang baik untuk mengobati gejala-gejala Covid-19, tergantung pada tingkat keparahannya.Ochs memiliki keyakinan pada manfaat pengobatan China untuk keluarganya; Mereka minum jus pir untuk melembabkan paru-paru, makan bubur untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, dan mengonsumsi Yu Ping Feng San, formula herbal untuk mendukung kekebalan tubuh, pada gejala pertama pilek.Tetapi Ochs mengatakan dia juga mencari informasi dari studi kasus tertentu untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyakit ini dan bagaimana penyakit itu bermanifestasi."Saya benar-benar akan mempertimbangkan apa yang kita ketahui tentang perjalanan penyakit," katanya, mencatat bahwa menggunakan obat tradisional tidak berarti dia mengabaikan ilmu pengetahuan yang muncul dari bidang lain."Kau akan merugikan pasienmu," pesannya.
Kirim Ribuan Ahli Pengobatan China ke Hubei
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Komisi Kesehatan China, Wang Hesheng mengatakan, pengobatan di rumah sakit-rumah sakit Wuhan mengombinasikan pengobatan tradisional China dengan pengobatan Barat. Metode ini digunakan pada lebih dari setengah pasien yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19. "Upaya kami menunjukkan sejumlah hasil baik," kata dia saat jumpa pers pada Sabtu, dikutip dari Bloomberg, Senin (17/2).Namun Wang tak menjelaskan lebih jauh. Dia mengatakan para ahli pengobatan China ternama dikirim ke Hubei untuk penelitian dan pengobatan. Jumlah ahli yang dikirim sebanyak 2.200 orang.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya