KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bikin gambar patung Liberty berjilbab, remaja AS dikecam di Internet

Minggu, 13 Agustus 2017 18:03 Reporter : Ira Astiana
Gambar Patung Liberty berjilbab. ©Al Araby

Merdeka.com - Seorang murid SMA di AS dikecam oleh para pembenci Islam sebab menggambar patung Liberty dalam balutan pakaian tertutup dan hijab. Gambar tersebut dibuat dalam rangka kompetisi seni kongres yang digelar oleh sekolah menengah di seluruh AS.

Lukisan remaja itu sampai ke final setelah bersaing dengan kompetitor lainnya dan berhasil digantung di kantor anggota kongres dari Partai Demokrat, J. Luis Correa. Namun rupanya tidak semua orang senang dengan gambar dalam lukisan itu.

Pasalnya, patung Liberty yang digambarnya memiliki kulit coklat dan mengenakan hijab sambil memegang obor. Penggambaran patung menurut versi remaja itu mengundang kecaman dari sekelompok supremasi kulit putih yang menganut Islamofobia.

"Orang Amerika punya lukisan patung Liberty pakai hijab di kantornya. Sangat tidak Amerika. Turunkan lukisan itu sekarang," kata seorang pengguna akun media sosial Twitter dengan nama akun Sharon Remund, seperti dilansir dari laman Al Araby, Minggu (13/8).

"Lukisan Patung Liberty dengan hijab tergantung di kantor Lou Correa yang sangat tidak Amerika. Ini memicu berbagai pertanyaan," komentar lainnya.

Tidak hanya menyatakan keberatan mereka, mereka juga menyerukan seruan untuk memboikot Islam.

"Ini adalah Islamisasi terhadap Amerika. Boikot Islam," tulis akun Twitter @autumnrainwater.

Menanggapi seluruh kemarahan yang ditujukan kepadanya, Correa justru menyikapinya dengan santai. Dalam akun Twitternya Correa seolah menekankan tentang amandemen pertama AS yang menjamin hak kebebasan beragama.

"Jangan pernah takut untuk menunjukkan dirimu yang sebenarnya," tulis Correa di akun Twitternya @RepLouCorrea.

Patung Liberty merupakan suatu lambang kebebasan paling terkenal di seluruh dunia. Patung tersebut dihadiahkan oleh Prancis kepada Amerika Serikat sebagai simbol selamat datang bagi pengunjung, imigran, dan warga yang datang kembali ke AS. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Islamofobia
  2. Amerika Serikat
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.