Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bernama Saddam Hussain, lelaki ini sudah dapat kerja

Bernama Saddam Hussain, lelaki ini sudah dapat kerja Saddam Hussain dari India. ©2017 The Hindustan Times

Merdeka.com - Gara-gara memiliki nama yang sama persis dengan bekas Presiden Irak, Saddam Hussain kesulitan mencari sebuah pekerjaan di negaranya. Tidak ada satupun perusahaan yang mau mempekerjakan bagi lelaki asal Jamshedpur, India seorang lulusan insinyur kelautan ini.

Dilansir The Hindustan Times, Rabu (22/3), nama Saddam itu diberikan kakeknya 25 tahun lalu, ketika sang diktator Irak itu mulai berkuasa. Nama ini sangat popular di kalangan Muslim India namun sang kakek tidak pernah menyangka apa yang puluhan tahun kemudian.

Dua tahun setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Islam Noorul Tamil Nadu dengan jurusan teknik kelautan. Sampai kini, dia terus berusaha mencari kerja, meski menempati urutan kedua lulusan terbaik pada 2014 lalu.

Seluruh teman-temannya berhasil mendapatkan kerja di sejumlah perusahaan besar di dunia, sebaliknya lamarannya Saddam terus mendapatkan penolakan. Dia pernah menghadiri wawancara dengan perusahaan perkapalan multinasional sampai 40 kali, namun tidak satupun yang mau menerimanya.

Setelah mengalami berkali-kali kegagalan selama enam bulan pertama dalam memburu pekerjaan, Sadam mulai patah semangat dan bertanya-tanya mengapa banyak perusahaan yang menolaknya. Demi mengetahui alasan itu, dia langsung menghubungi departemen HR di salah satu perusahaan tempatnya menaruh lamaran, dan pengakuan mereka mengejutkannya.

"Saya kemudian meminta penjelasan departemen HR dari salah satu perusahaan dan di antara mereka mengatakan masalahnya adalah nama saya. Semua orang takut merekrut saya," ujarnya.

Namanya itulah membuat sejumlah perusahaan berpikir ulang untuk merekrutnya karena sangat mirip dengan seorang diktator bisa menyebabkan masalah pada operasional mereka, apalagi pekerjaannya itu harus melintasi perbatasan antar negara secara rutin. Meski punya perbedaan dalam pengucapan, yakni Huassain bukan Hussein, namun bisa menimbulkan kecurigaan.

saddam hussein menembak senapan

Alhasil, kesamaan nama kru akan menyebabkan risiko yang tidak perlu bagi perusahaan.

"Jika masalah ini melibatkan perlintasan perbatasan, maka tidak akan ada yang bisa dilakukan ketika patroli perbatasan dan otoritas bandara yang sangat ketat dan jika diberi tanda merah, mereka akan membawanya keluar," ungkap petinggi konsultan tenaga kerja Delhi-based TeamLease Services.

Hal itulah yang membuat banyak perusahaan berpikir ulang, apalagi jika perusahaannya kerap mengirim karyawan bepergian keluar negeri. Agar tidak membebani perusahaan, banyak di antaranya yang memilih mencari calon tenaga kerja lain.

"Bahkan seorang Shah Rukh Khan pernah ditahan di bandara AS. Apakah terjadi juga dengan Saddam?" lanjut sang konsultan.

Menghadapi masalah terhadap namanya, Saddam memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Sajid dengan cara legal, namun hal itu malah menimbulkan masalah baru. Di samping seluruh dokumen seperti paspor, identitas dan SIM miliknya sudah berganti nama, namun ijazah miliknya tetap berisi Saddam Hussain. Hal itu bisa menyebabkan perusahaan keberatan untuk mempekerjakannya.

Apalagi, Universitas Islam Noorul menolak untuk mengubah ijazah tersebut jika dia lebih dulu mengganti ijazah SMP dan SMAnya, namun setelah mencoba menggugat melalui Central Board of Secondary Education (CBSE) untuk mengubahnya, namun pihak universitas tidak merespon.

Putus asa dalam mencari kerja, kini Sajid tengah mengajukan gugatan ke pengadilan tinggi Jharkhand menghadapi CBSE untuk mengganti namanya. Sidang pertama akan digelar pada 5 Mei mendatang.

"Saya adalah korban tidak berdosa akibat tindakan kriminal orang lain," tutup Sajid.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP