Bermesraan dalam mobil, pasangan gay diusir sopir Uber
Merdeka.com - Seorang pria asal London bernama Paul Hanafin mengklaim telah diusir oleh sopir Uber lantaran salah satu teman prianya mencium pipi pria lain dalam mobil. Sopir Uber tersebut menyebut tidak ingin pasangan gay berciuman dalam mobilnya.
"Kami semua terkejut. Kami tidak berharap homofobia masih ada di London hingga sekarang," kata Hanafin, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Senin (9/1).
Hanafin mengungkapkan, dia dan teman-temannya memesan Uber pukul 04.00 usai merayakan ulang tahun salah satunya di sebuah kelab malam gay paling terkenal, Heaven di Charing Cross. Namun tiba-tiba saja pengemudi Uber itu berubah jadi dingin setelah salah satu pria memberi kecupan di pipi temannya yang lain.
"Itu benar-benar kecupan di pipi antara dua teman untuk mengungkapkan rasa terima kasih karena telah datang dan merayakan pesta ulang tahun. Tapi tiba-tiba saja sopir itu mengusir kami sampai kami harus menaiki bis untuk sampai ke tujuan," paparnya.
Setelah mendapatkan perlakukan tersebut, Hanafin langsung membuat unggahan di blog pribadinya dan melaporkan kejadian kepada pihak Uber. Untungnya, pihak uber segera memproses laporan tersebut.
"Jika mereka tidak memberikan respon positif terhadap laporan saya, saya tidak mau menggunakan jasa mereka lagi," ungkap Hanafin.
Sementara itu, juru bicara perusahaan Uber mengaku telah mengonfirmasi kejadian itu untuk diselidiki secara internal. Selain itu, mereka juga akan mengambil tindakan kepada pengemudi guna membuat para pelanggan nyaman memakai jasa mereka. Namun pihaknya menolak untuk menjelaskan tindakan yang diambil karena alasan privasi.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya