Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berkicau Dalam Bahasa Persia, Donald Trump Akui Terinspirasi Keberanian Rakyat Iran

Berkicau Dalam Bahasa Persia, Donald Trump Akui Terinspirasi Keberanian Rakyat Iran Kicauan Trump dalam bahasa Persia.. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump berkicau di Twitter dalam bahasa Persia membahas unjuk rasa yang pecah di Iran terkait salah tembak tentara Iran. Dalam kicauannya Trump mengatakan dia mengikuti dengan cermat perkembangan unjuk rasa di Iran.

Selain itu, Trump juga mengaku terinspirasi keberanian rakyat Iran.

"Kepada para pemberani, rakyat Iran yang telah lama menderita: Saya mendukung kalian sejak awal saya berkuasa, dan pemerintahan saya akan terus bersama kalian. Kami mengikuti dengan cerman unjuk rasa kalian, dan terinspirasi oleh keberanian kalian," kicaunya, seperti dikutip dari Alarabiya, Minggu (12/1).

Unjuk rasa pecah di ibu kota Teheran menentang Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) menyusul pengakuan pimpinannya telah menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina pada Rabu. Pesawat tersebut membawa 176 orang termasuk penumpang dan awak kabin dan semuanya dinyatakan tewas.

Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran menuju Kiev, Ukraina. Awalnya Iran membantah pesawat jatuh karena tembakan rudal, namun kemudian mengakuinya.

Melansir AP News, Sabtu (11/1), pernyataan dari militer mengakui ada faktor human error yang menyebabkan pesawat tertembak. Pesawat itu ditembak jatuh beberapa jam usai Iran melancarkan serangan ke pangkalan pasukan AS di Irak. Serangan ke pangkalan itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Dalam video yang beredar, pesawat Boeing 737 tampak terbakar di langit Tehran sebelum akhirnya terjatuh dan meledak. Korban tewas terbanyak adalah warga Iran dan Kanada.

Rudal yang menghantam pesawat Boeing 737 itu disinyalir berasal dari Rusia, yakni Tor-M1. Mengutip The Moscow Times, rudal itu adalah bagian sistem pertahanan jarak dekat. Rudal itu bisa mengejar target hingga ketinggian 6.000 meter dan jarak 12 kilometer.

Rudal ini juga dilengkapi sistem untuk mengecoh radar. Peneliti dari Middlebury Institute of International Studies, Michael Duitsman, memperkirakan kru pesawat tidak sadar sedang diincar rudal mematikan itu.

"Mereka kemungkinan tidak menyadari hal tersebut," ujar Duitsman. "Begitu lepas landas, para pilot kemungkinan sibuk dengan hal-hal lainnya," lanjutnya.

Iran juga sempat menolak memberikan blackbox pesawat tersebut. Iran pun akhirnya mengundang negara-negara barat untuk melakukan investigasi bersama agar menghilangkan tuduhan pesawat jatuh akibat ditembak. Namun, kini mereka sudah mengakuinya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP