Berduka, tampilan media Thailand jadi hitam-putih
Merdeka.com - Seluruh tampilan media di Thailand berubah menjadi hitam putih, pasca wafatnya Raja Bhumibol Adulaydej pada Kamis lalu. Tak hanya koran dan media online, siaran stasiun televisi juga tidak menampilkan warna apapun.
Kantor Berita AFP, Jumat (14/10), melaporkan pemerintah junta Thailand memerintahkan seluruh media mengubah program mereka dengan siaran yang sudah dipersiapkan kerajaan.
"Seluruh stasiun televisi harus menautkan sinyal mereka ke pool televisi selama 30 hari," ujar juru bicara junta Letnan Jenderal Sanser Kaewkamnerd.
Tak hanya untuk stasiun TV lokal, peraturan itu juga berlaku untuk TV kabel internasional, termasuk Al Jazeera, BBC dan CNN.
Karena peraturan ini, warga Negeri Gajah Putih tidak akan mendapatkan akses berita independent di televisi mereka selama 30 hari, sebagai bentuk rasa berkabung atas meninggalnya Raja Bhumibol yang memimpin negara selama 70 tahun.
Hal yang sama juga diterapkan untuk media daring. Situs berita Bangkok Post, sebagai contohnya, kini mengubah seluruh tampilan warnanya menjadi hitam-putih., begitu pula dengan media The Nation Thailand.
Koran lokal seperti Thairath, Matichon juga melakukan hal yang sama. Tampilan monokrom juga diterapkan di Pantip, forum ngobrol paling populer di Thailand.
Kematian Raja Bhumibol membawa duka bagi Thailand. Raja yang paling lama memimpin monarki di dunia ini, sangat disayangi warganya.
Raja Bhumibol wafat karena penyakit yang dideritanya. Dia meninggal dalam usia 88. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya