Bentrokan Menentang UU Kewarganegaraan di India Saat Kunjungan Trump, 10 Orang Tewas

Rabu, 26 Februari 2020 14:04 Reporter : Merdeka
Bentrokan Menentang UU Kewarganegaraan di India Saat Kunjungan Trump, 10 Orang Tewas Bentrokan aksi protes UU Kewarganegaraan di India. ©REUTERS/Danish Siddiqui

Merdeka.com - Sedikitnya 10 orang termasuk seorang polisi tewas di Ibu Kota New Delhi, India, kemarin karena bentrokan kekerasan antara mereka yang memprotes undang-undang kewarganegaraan baru yang kontroversial karena mendiskriminasi warga muslim dan kelompok-kelompok yang menentang mereka.

Kekerasan itu, yang bermula dengan pembakaran dan pelemparan batu, berlanjut pada Selasa (25/2) kurang dari 20 kilometer tempat Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan. Bahkan wartawan yang melaporkan di tempat itu diserang dan dipaksa untuk menghapus foto dan video rekaman.

Dilansir dari laman Straits Times pada Rabu (26/2), lebih dari 100 orang terluka dalam insiden itu, menurut laporan media, termasuk beberapa karena tembakan aparat.

Kemarin sekolah diperintahkan tutup dan sebagian besar pertokoan tetap ditutup di lingkungan tempat bentrokan terjadi.

1 dari 2 halaman

Menentang CAA

rev1

Beberapa negara bagian di India menentang Citizenship Amendment Act (CAA) atau Undang-undang Kewarganegaraan, yang diberlakukan pada bulan Desember. Aturan itu mempercepat kewarganegaraan bagi imigran ilegal non-muslim dari Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan.

Undang-undang tersebut telah dikritik karena mengedepankan agama dalam menentukan kewarganegaraan, dan memicu kekhawatiran bahwa umat Islam yang dinyatakan sebagai orang asing di bawah usulan Daftar Warga Nasional tidak akan menerima amnesti yang ditawarkan kepada kelompok lain di bawah CAA.

Kekerasan semakin menjadi di beberapa daerah mayoritas muslim di utara-timur Delhi pada hari Minggu. Demo ini terjadi setelah gerakan sekitar 200 wanita yang memulai demonstrasi duduk menutup jalan di lingkungan Jaffrabad pada Sabtu malam,
Kejadian ini menarik perhatian pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) partai garis keras Hindu, Mr Kapil Mishra, yang menggelar rapat di dekatnya untuk menentang demonstrasi dan meminta polisi Delhi untuk membersihkan tempat itu, jika gagal, dia dan para pendukungnya akan turun tangan.

2 dari 2 halaman

Kekerasan Terhadap Umat Muslim di India

umat muslim di india rev1

Warga dari dan di sekitar Jaffrabad, daerah yang didominasi muslim, mengatakan kepada The Straits Times bahwa kekerasan terjadi setelah itu. Mereka menambahkan bahwa umat Islam di lingkungan terdekat menjadi sasaran gerombolan Hindu, banyak dari mereka adalah orang luar.

Beberapa pusat bisnis, termasuk pasar ban dengan sebagian besar penjual muslim, juga diserang. Kendaraan dan rumah dibakar dan setidaknya satu masjid dibakar.

Para saksi mata mengatakan polisi Delhi yang kalah jumlah, tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan. Sebagian besar dari mereka hanya berdiri sementara kelompok-kelompok saling melempari batu, dan merusak kendaraan dan properti.

Sebuah foto Reuters yang dibagikan secara luas memperlihatkan seorang pria berlumuran darah di tanah yang dikelilingi oleh para penyerang, dan rekaman media sosial menunjukkan kelompok-kelompok meneriakkan "Jai Shri Ram" (slogan agama Hindu) dan menyerang lingkungan muslim.

Reporter Magang : Roy Ridho [pan]

Baca juga:
Bentrokan Berdarah Pendukung dan Penentang UU Kewarganegaraan India
Dunia Dalam Demonstrasi Sepanjang 2019
Taj Mahal Terkena Dampak Demo Penolakan UU Kewarganegaraan India
India Blokir Internet Jelang Demo Besar Protes UU Kewarganegaraan Anti-Muslim
PM Narenda Modi Minta Muslim India Tak Usah Khawatir Dengan UU Kewarganegaraan Baru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini