KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Belasan ribu orang protes kudeta militer Mesir

Rabu, 20 Juni 2012 08:20 Reporter : Ardyan Mohamad
Lebih dari sepuluh ribu massa berunjuk rasa di Lapangan Tahrir, ibu kota Kairo, memprotes tindakan Junta Militer membubarkan parlemen Mesir, Selasa (19/6). (c) Lyse Doucet/BBC

Merdeka.com - Lebih dari 10 ribu warga akhirnya turun ke jalan setelah Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir (SCAF) membubarkan parlemen dan mengambil alih fungsi legislatif. Rakyat dan aktivis menuding tindakan tentara itu kudeta halus terhadap revolusi setahun terakhir.

Pusat aksi terjadi di Lapangan Tahrir, Ibu Kota Kairo, sejak siang kemarin waktu setempat. Unjuk rasa ini dikoordinasi oleh kubu Ikhwanul Muslimin yang paling dirugikan oleh tindakan militer. Massa meneriakkan yel-yel menolak intervensi SCAF, seperti "tentara harus minggat" atau "mampuslah militer.

"Militer memang tidak menggagalkan pemilihan presiden, namun mereka menghalangi pemindahan kekuasaan ke pihak sipil," ujar salah satu koordinator aksi yang tidak disebut namanya kepada BBC, Rabu (20/6).

Akibat putusan Mahkamah Konstitusi pekan lalu, gerakan oposisi digembosi kekuasaannya. Lembaga ini memandang proses pemilihan parlemen akhir tahun lalu melanggar konstitusi, sehingga tidak punya dasar hukum.

Konsekuensi putusan ini adalah keharusan mengulang pemilihan parlemen. Pembubaran parlemen ini merugikan koalisi Islam Ikhwanul Muslimin dan Salafi yang menguasai sepertiga kursi.

Situasi Mesir dua hari terakhir sempat tenang meski tentara melakukan manuver politik kontroversial. Koresponden BBC di Kairo, Yolande Knell menyatakan rakyat sudah terlalu lelah dengan politik dan aksi-aksi sejak setahun terakhir.

Ikhwanul Muslimin, melalui juru bicara parlemen Saad al-Katatni menyerukan pada warga supaya melawan upaya militer menyabotase reformasi. "Rakyat harus bangkit dan mempertahankan hasil revolusi mereka," ujar dia.

Seruan ini terbukti berhasil mengumpulkan ribuan warga loyalis Ikhwanul Muslimin dari sekitar Kairo. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Mesir
  2. Pemilu Mesir

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.