Belasan pembangkit listrik AS diretas, Rusia jadi tertuduh

Sabtu, 8 Juli 2017 15:07 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Belasan pembangkit listrik AS diretas, Rusia jadi tertuduh PLTN Wolf Creek. ©BBC

Merdeka.com - Belasan pembangkit listrik di Amerika Serikat dikabarkan diretas sejak Mei hingga Juni. Menurut laporan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), salah satu menjadi target adalah fasilitas pembangkit listrik nuklir Wolf Creek.

Dilansir dari laman BBC, Sabtu (8/7), DHS menyatakan sumber peretas berasal dari luar Amerika Serikat. Mereka menyatakan ada kemungkinan di Rusia. Namun, ketika dikonfirmasi, Wolf Creek Nuclear Operating Corp menolak disebut sistemnya diretas. Mereka cuma menyatakan hal itu tidak berpengaruh terhadap aktivitas pembangkit listrik.

"Sebab sistem operasi komputernya terpisah dari jaringan perusahaan," kata Juru Bicara Wolf Creek Nuclear Operating Corp, Jenny Hageman.

Dalam jumpa pers bersama antara DHS dan Biro Penyelidik Federal (FBI), menyatakan peretasan itu tidak mengancam masyarakat. Menurut mereka, modus dipakai adalah peretas mengirim surel ke sejumlah petinggi di perusahaan dengan kedok surat lamaran kerja. Namun, di dalamnya sudah mereka sisipkan perangkat lunak berbahaya (malware). Para penyidik siber menyatakan teknik itu sama seperti dipakai peretas Rusia saat menyerang sistem fasilitas pembangkit di Ukraina dua tahun lalu, dan membikin negara itu gelap gulita.

Bukan Amerika Serikat saja yang menjadi korban peretasan. Negeri Abang Sam bersama Israel juga pernah berusaha meretas sistem fasilitas nuklir Iran dengan perangkat lunak Stuxnet. Cara kerjanya adalah mengambil alih perintah dan mempercepat putaran generator nuklir di atas normal. Kabarnya hal itu menyebabkan kerusakan. [ary]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini