Begini Cara Pencari Suaka Masuk ke Indonesia

Rabu, 4 September 2019 18:23 Reporter : Merdeka
Begini Cara Pencari Suaka Masuk ke Indonesia Ratusan imigran pencari suaka demo di kantor IOM. ©2019 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Perwakilan Badan PBB untuk pengungsi, UNHCR, di Indonesia mengungkapkan para pencari suaka yang masuk ke Indonesia memiliki caranya sendiri untuk sampai ke negara tujuan mereka guna mendapat suaka.

Menurut Associate External Relations/Public Information Officer UNHCR, Mitra Salima Suyono, Indonesia saat ini membantu dan menerima pencari suaka sebanyak 14.000 orang, jumlah ini termasuk sedikit dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand sekitar 170.000 sampai 200.000.

Negara-negara di Asia memberikan lebih banyak bantuan kepada para pengungsi. Bangladesh salah satunya yang memberikan bantuan ke hampir 1.000.000 orang dari Myanmar, orang Rohingya.

Pengungsi untuk sampai ke negara-negara tujuannya tidak diketahui secara pasti. Namun mereka biasanya mengatur perjalanan mereka sendiri.

"Kalau dari tempat negara aslinya ke sini, kami tidak tahu. Mereka biasanya mengatur perjalanan mereka sendiri. Mereka bisa datang dengan jalur yang seharusnya, namun juga bisa dengan bantuan orang-orang yang mereka sebut agen, yang adalah penyelundup," kata Mitra Salima kepada merdeka.com, Rabu (4/9).

Tak hanya alasan geografis, para imigran datang ke Indonesia lantaran pemerintah telah menerapkan kebijakan bebas visa kepada wisatawan mancanegara. Program yang semulanya untuk menggerakkan roda ekonomi dari sektor pariwisata ini dimanfaatkan para imigran.

Hal ini menunjukkan betapa putus asanya para pengungsi yang harus meninggalkan negaranya sampai menggunakan berbagai cara yang membahayakan keselamatan diri mereka demi mencapai negara yang lebih aman.

Saat mereka datang ke Indonesia, mereka akan diberikan bantuan dari pendonor, mitra, dan pihak UNHCR meskipun terbatas.

Bantuan dari pihak UNHCR hanya diberikan kepada mereka yang menjadi prioritas dan rentan. Retan yang dimaksud adalah ibu dengan anak-anak kecil tanpa kepala keluarga, orang yang memiliki kebutuhan khusus, orang sakit, dan orang tua.

©2019 Merdeka.com/Abdullah Sani

Dana yang diberikan kepada setiap orang berbeda-beda, tergantung dari situasi dan kondisi para pengungsi tersebut, kata Mitra Salima.

Perwakilan UNHCR di Indonesia, Thomas Vargas Jumat lalu mengatakan, para pengungsi diberikan sejumlah bantuan, termasuk tunjangan terbatas untuk membantu pengungsi kembali ke komunitas mereka.

UNHCR hanya dapat memberikan bantuan kepada 100-400 orang karena organisasi ini termasuk operasi kecil. Mereka juga sedang mendesain ulang agar tetap dapat memberikan bantuan.

Perlu dicatat bahwa bantuan keuangan saja tidak berkelanjutan. Kebutuhan akan lebih besar dibandingkan sumber daya yang tersedia.

Thomas Vargas menuturkan, solusi terbaik adalah memberikan bantuan alat kepada pengungsi dalam jangka menengah dan panjang, termasuk melalui peluang untuk mata pencaharian dan mandiri kepercayaan. Hal ini berkoordinasi erat dengan Pemerintah, dan mitra, termasuk pengungsi.

Para pengungsi atau pencari suaka telah tersebar tidak hanya di Jakarta, tetapi di Medan, Makassar, Tanjung Pinang, Kupang, Pekanbaru, Surabaya, dan Pontianak.

Para pengungsi itu menurut laporan tahun 2017 berasal dari Afghanistan sebanyak 55 persen, Somalia 11 persen, dan Irak 6 persen. Pada Desember 2018, pengungsi yang datang ke Indonesia dari Afghanistan ada 55 persen, Somalia 11 persen, dan Myanmar 6 persen.

Reporter Magang: Ellen RiVeren [pan]

Topik berita Terkait:
  1. UNHCR
  2. Pencari Suaka
  3. PBB
  4. Imigran
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini