Banjir Paris makin parah, Museum Louvre ditutup
Merdeka.com - Museum Louvre di Ibu Kota Paris, Prancis yang menyimpan ribuan koleksi seni kesohor terpaksa ditutup. Banjir besar yang melanda Paris selama dua hari terakhir semakin memburuk, Jumat (3/6), akibat luapan Sungai Seine. Data terakhir dari BBC, ketinggian permukaan sungai meningkat lima meter dari batas aman.
Presiden Prancis, Francois Hollande mengumumkan situasi darurat. Dia menyatakan dana bencana akan dikucurkan segera untuk menanggulangi dampak banjir yang menurutnya dampak nyata perubahan iklim global.
Pengelola Louvre, yang menyimpan lukisan klasik Monalisa, terpaksa mengungsikan koleksi di kawasan terendam banjir. Museum Musee d'Orsay juga melakukan evakuasi serupa, karena lokasi mereka bersebelahan dengan sungai.

Selain Louvre, jaringan kereta RER juga menghentikan layanan selama air bah menerjang. Selama 24 jam terakhir, dilaporkan 25 ribu orang tak bisa memperoleh listrik di Paris. Ini adalah banjir besar pertama sejak terakhir kali Sungai Seine meluap pada 2010.
Banjir Paris dipicu hujan deras dengan curah mencapai 50 milimeter per detik selama berjam-jam awal pekan ini.
Banjir besar seperti di Paris dialami pula oleh kota-kota besar Eropa. Jerman, Ukraina, hingga Polandia juga mengalami musibah air bah. Banjir ditambah hujan lebat seantero Eropa memicu tewasnya 10 orang warga di kawasan pedalaman, mayoritas korban berasal dari Jerman. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya