Bagi peran, Ratu Yordania hibur keluarga korban saat Raja serbu ISIS

Jumat, 6 Februari 2015 18:26 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Bagi peran, Ratu Yordania hibur keluarga korban saat Raja serbu ISIS Ratu Yordania, Rania Abdullah, menemui korban ISIS. ©2015 Merdeka.com/Getty Images

Merdeka.com - Ratu Yordania Rania Al Abdullah memeluk Anwar Tarawneh, istri pilot Yordania yang tewas dibakar militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hari ini, Jumat (6/2), sang permaisuri melawat ke rumah duka.

Tarawneh terisak sedih ketika dihibur anggota keluarga kerajaan Yordania ini. Janda itu mengungkapkan dirinya dan Muath al-Kasasbeh baru menikah selama lima bulan. Nahas, suami tercintanya ditangkap ISIS akhir tahun lalu akibat kerusakan mesin jet.

Tarawneh mengaku baru tahu mengenai kematian suaminya dari ungkapan bela sungkawa atas meninggalnya Muath di situs Facebook.

"Beristirahatlah dengan tenang, Muath," tulis salah satu akun di Facebook, dilansir dari koran Daily Mail, Jumat (6/2).

Tarawneh menceritakan jika sebelum melakukan penerbangan terakhirnya, Muath merasa ada yang tidak beres. Dia berharap turun kabut sehingga penerbangan dibatalkan.

"Jarang sekali dia merasa tidak enak seperti itu. Katanya, seperti ada yang tidak beres dan dia berharap turun kabut," kata Anwar.

Dia mengatakan pada saat suaminya tertangkap ISIS dia tahu hal tersebut. Dia mulai merasa tidak enak hati ketika lima minggu suaminya ditahan.

"Saya mendapat telepon dari ibu saya dan beliau menangis. Khawatir ada yang tidak beres, saya memeriksa ponsel. Saat itu yang saya periksa Facebook dan saya melihat tulisan untuk suami saya," lanjutnya di hadapan Ratu Rania.

Penghiburan keluarga kerajaan ini membuat Tarawneh sedikit tenang.

Kedatangan Ratu Rania di rumah Anwar di Kota Karak, bersamaan dengan serbuan pesawat tempur Yordania wilayah ISIS. Sri ratu berbagi peran dengan suaminya, Raja Abdullah II yang memimpin langsung operasi militer menumpas ISIS.

Raja yang berteman akrab dengan Prabowo Subianto itu bersumpah menghabisi kelompok ISIS dan tak akan menghentikan penyerangan hingga kelompok Islam garis keras itu tak tersisa.

Sebelum melakukan penyerangan, Yordania sempat mengunggah sebuah video propaganda guna meneror ISIS. Di badan rudal yang akan dijatuhkan ke tempat pelatihan dan penyimpanan senjata, tertuliskan ancaman tentara Yordania sebagai balas dendam atas pembunuhan Muath.

"(Rudal ini) untuk kalian, musuh Islam," tulis para tentara itu menggunakan aksara Arab. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Yordania
  2. Ekstremis ISIS
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini