Amerika Serikat Terus Dukung Koalisi Saudi di Yaman

Minggu, 9 Desember 2018 19:46 Reporter : Jayanti
Amerika Serikat Terus Dukung Koalisi Saudi di Yaman Bendera Amerika. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Amerika Serikat ingin terus mendukung koalisi pimpinan Arab Saudi dalam perang Yaman, dan akan tetap terlibat dalam upaya untuk memerangi pengaruh Iran dan militansi Islam di negara Arab. Menurut pejabat Departemen Luar Negeri pada Minggu (9/12), Pemerintah Amerika Serikat merasa tertekan karena konflik di Yaman sudah hampir empat tahun lamanya.

Senat bulan lalu telah memilih untuk memajukan resolusi untuk mengakhiri dukungan militer Amerika Serikat, mencakup penjualan senjata dan pembagian intelijen untuk koalisi Sunni Muslim yang didukung Barat dan yang melakukan intervensi terhadap Houthi yang mendukung Iran.

"Ada tekanan dalam sistem kamiuntuk menarik diri dari konflik atau menghentikan dukungan kami dari koalisi, yang sangat kami tentang di sisi administrasi," kata Wakil Asisten Sekretaris untuk Wilayah Teluk Arab, Timothy Lenderking.

"Kami percaya bahwa dukungan untuk koalisi diperlukan. Ini akan mengirimkan pesan yang salah jika kami menghentikan dukungan kami," katanya pada forum keamanan di Uni Emirat Arab.

Dilansir dari Reuters pada Minggu (9/12), Amerika Serikat bulan lalu menghentikan pengisian bahan bakar Amerika Serikat untuk pesawat dari koalisi karena disalahkan atas serangan udara yang telah menewaskan ribuan warga sipil di Yaman.

Jaminan pemerintah Amerika Serikat untuk lanjut memberikan dukungan muncul ketika Swedia menjadi tuan rumah perundingan perdamaian yang dibawakan pemimpin utama PBB bersama pihak yang bertikai dan para pemimpin Teluk Arab dengan membahas persoalan perang.

Lenderking mengatakan pembicaraan damai yang diluncurkan pekan lalu merupakan langkah pertama yang vital, dalam mengakhiri konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat jutaan orang menghadapi kelaparan.

Dia mengatakan tidak ada ilusi bahwa prosesnya akan mudah, tetapi ada tanda-tanda pembicaraan konstruktif bahwa Amerika Serikat menginginkan hasil yang pasti dari pertemuan yang difokuskan pada langkah-langkah membangun kepercayaan dan badan pemerintahan transisional.

"Melihat ke bawah, kami berharap Yaman yang stabil dan bersatu yang menumbuhkan dan bukannya mengeringkan stabilitas regional maupun global. Tidak ada tempat di Yaman yang menjadi ancaman Iran ke Arab Saudi di masa depan, UEA dan tempat-tempat ekonomi internasional yang penting," katanya, seraya menambahkan bahwa koalisi itu juga memerangi gerilyawan Al Qaida dan Negara Islam di Yaman.

Negara Semenanjung Arab terletak di sebelah selatan Laut Merah, salah satu rute perdagangan terpenting di dunia untuk tanker minyak. Konflik yang terjadi terlihat sebagian besar di wilayah itu, dimana terjadi perang proksi antara pasukan Yamen yang setia kepada pemerintah Abd-Rabbu Mansour Hadi didukung oleh koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi dan UEA, dengan Iran, yang saling mengadu gerakan Houthi. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini