Alasan Australia beri bantuan konsuler pada perekrut militan ISIS

Minggu, 13 Agustus 2017 18:50 Reporter : Ira Astiana
Militan ISIS. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Pemerintah Australia memberi bantuan konsuler kepada perekrut militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), Neil Prakash. Pria tersebut diketahui merupakan orang yang paling dicari di Australia.

"Dia telah ditahan di Turki karena tuduhan terorisme sejak penangkapannya pada Oktober lalu dan dia telah menerima bantuan "dasar" dari pejabat konsuler," kata Menteri Luar Negeri, Julie Bishop, seperti dilansir dari laman Guardian, Minggu (13/8).

Menurut pejabat setempat, bantuan itu diberi dengan harapan dia akan berbagi data intelijen mengenai kelompok tersebut. Selain itu, Prakash juga mengaku bahwa dia memiliki dua anak yang lahir di Suriah dan mungkin berhak atas kewarganegaraan Australia.

"Itu kepentingan bagi kami. Justru hal itu dilakukan untuk melindungi orang Australia di dalam maupun di luar negeri."

Prakash sejauh ini telah memberi beberapa informasi kepada polisi Turki tentang perjalannya menjadi ISIS hingga pelarian yang dia lakukan selama enam bulan lamanya.

Sebelumnya, pejabat Australia telah dua kali mengunjungi Prakash di penjara keamanan maksimum di Gaziantep dan bekerja sama dengan pihak berwenang Turki untuk menarik informasi darinya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Ekstremis ISIS
  2. Australia
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.