Aktivis HAM desak Muhammad bin Salman ditangkap karena kejahatan perang di Yaman

Rabu, 31 Januari 2018 17:21 Reporter : Ira Astiana
Aktivis HAM desak Muhammad bin Salman ditangkap karena kejahatan perang di Yaman pangeran muhammad bin salman. ©independent

Merdeka.com - Aktivis Hak Asasi Manusia inggris mendesak pihak berwenang untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman atas kejahatan perang di Yaman.

Kim Sharif, Direktur HAM untuk Yaman dari London, mengajukan permohonan ke Pengadilan Westminster Magistrates dan Direktur Jaksa Penuntut Umum (DPP) karena Pangeran Muhammad akan berkunjung ke Inggris beberapa minggu lagi.

"Dokumen yang diajukan ke pengadilan berisi bukti kejahatan perang, pernyataan saksi mengenai kejahatan perang, dan laporan dari LSM terkemuka yang mengonfirmasi kejahatan di negara yang dilanda perang tersebut," kata Sahrif, dikutip dari laman Press TV, Rabu (31/1).

"Ada yurisdiksi di Inggris di mana para penjahat perang tidak memiliki kekebalan atas kejahatan yang dilakukannya, terlepas di mana mereka melakukan itu. Dia bertanggung jawab atas kejahatan ini dan dia harus ditangkap karena kejahatan perang selama kunjungannya ke Inggris," tambahnya.

Sebelumnya, Sharif menentang kedatangan Pangeran Muhammad ke Inggris dan menyebut bahwa Inggris tidak pantas menerima diktator brutal macam dia.

"Kami yakin pasukan Saudi melakukan kejahatan perang dan melanggar Konvensi Jenewa dan Protokolnya. Jika dia ingin tunduk kepada pihak berwenang Inggris untuk menjelaskan tentang kejahatan perang itu, maka dia akan diterima," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Saudi secara terus-menerus melakukan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya melawan pemberontak Huthi dan mengembalikan kekuasaan mantan Presiden Yaman, Abdurabbuh Mansur Hadi, sekutu setia rezim Riyadh.

Saudi juga telah memberlakukan blokade ketat di hampir semua pelabuhan udara, darat, dan laut Yaman yang memicu kekhawatiran kelompok HAM dan badan amal akan situasi yang memburuk dan dialami oleh masyarakat terutama anak-anak. Saat ini, warga sipil tengah menderita kekurangan makanan dan obat-obatan. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini