Ada Perpecahan di Internal Taliban, Siapa Saja Faksi yang Bertikai?

Jumat, 24 September 2021 07:23 Reporter : Hari Ariyanti
Ada Perpecahan di Internal Taliban, Siapa Saja Faksi yang Bertikai? Mullah Abdul Ghani Baradar (duduk di tengah) bersama para pejabat Taliban lainnya.. ©Social Media via Reuters

Merdeka.com - Ada laporan terkait perpecahan di antara para pimpinan Taliban, memicu pertanyaan terkait persatuan di dalam kelompok yang mengambil alih Afghanistan bulan lalu itu.

Keraguan publik terkait persatuan kelompok ini menguat awal bulan ini, ketika wakil perdana menteri, Mullah Abdul Ghani Baradar, nampaknya menghilang dari hadapan publik. Lalu muncul laporan dia terbunuh.

Ketika Mullah Baradar muncul kembali, dia muncul melalui pernyataan video yang telah direkam sebelumnya. Baradar, yang membaca dalam pernyataannya, mengatakan dia menghilang dari hadapan publik karena melakukan perjalanan, dan dia mengatakan internal Taliban saling mengasihi, lebih dari keluarga.

Untuk menghilangkan kecurigaan terkait kematian atau adanya luka yang dialaminya, Baradar difoto saat menghadiri pertemuan dengan pejabat PBB pada Senin. Namun, sumber-sumber diplomatik dan politik mengungkapkan kepada Al Jazeera, perpecahan di antara para pemimpin Taliban sangat nyata. Sumber-sumber ini menambahkan, jika perpecahan ini terus berlangsung, rakyat Afghanistan yang bakal merasakan dampaknya.

Seorang penulis dan wartawan yang beberapa tahun meliput Taliban mengatakan, perpecahan merupakan buah dari pemisahan politik-militer. Pihak garis keras merasa mereka paling berjasa selama 20 tahun pertempuran.

Seorang sumber politik yang memiliki hubungan panjang dengan petinggi Taliban setuju dengan pernyataan dari penulis dan wartawan tersebut. Dia mengatakan dampak perpecahan meluas dari markas kekuasaan ke jalan-jalan, di mana pejuang Taliban telah menuju ke kota-kota besar dan memaksa merampas harta benda mantan pejabat pemerintah sebelumnya dan keluarga mereka.

“Saat ini, yang mereka pedulikan hanya mengambil mobil dan rumah orang-orang,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (23/9).

Beberapa keluarga mantan pejabat mengatakan kepada Al Jazeera, pejuang Taliban berusaha menyita harta mereka seperti rumah yang mereka sewa dan mobil pribadi mereka.

Padahal dua hari setelah Taliban mengambil alih kekuasaan, Wakil Menteri Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Zabihullah Mujahid, yang juga juru bicara Taliban, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan pejuang Taliban jangan memasuki rumah siapapun baik warga sipil maupun militer.

Dalam konferensi pers pada 17 Agustus, Mujahid juga mengatakan, “Ada perbedaan besar antara kita dengan pemerintahan sebelumnya.”

Namun demikian, mereka yang akrab dengan situasi tersebut, para pemimpin Taliban saat ini menghadapi persoalan faksi-faksi, sama dengan pemerintahan mantan Presiden Ashraf Ghani, yang kabur dari Afghanistan pada hari ketika Taliban merebut Kabul.

Sumber-sumber mengungkapkan kepada Al Jazeera, seperti pemerintahan Afghanistan lainnya, perpecahan di antara pimpinan Taliban berkaitan dengan hal personal. Tidak seperti pemerintahan Afghanistan sebelumnya, Taliban tidak hanya memiliki anggota yang sangat ambisius atau pandangan politik yang berlawanan, tapi perpecahan mereka jauh lebih fundamental.

Saat ini, Taliban, kata sumber tersebut, terdiri dari pejuang yang masih menunggu rampasan perang versus politikus yang ingin meredakan ketakutan rakyat Afghanistan dan komunitas internasional.

Baca Selanjutnya: Faksi-faksi yang bertikai...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini