600 Warga Tunisia ditangkap karena demo harga barang melonjak, banyak pengangguran

Jumat, 12 Januari 2018 16:57 Reporter : Pandasurya Wijaya
demo di tunisia. ©EPA

Merdeka.com - Rakyat Tunisia di sejumlah kota dan desa ramai-ramai turun ke jalan sejak tiga hari lalu lantaran harga barang-barang melonjak dan merajalelanya pengangguran.

Reuters melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan 330 lainnya ditangkap dalam semalam. Sejak awal pekan hingga kemarin sudah 600 orang ditahan.

The Guardian menyebut bentrokan antara pendemo dan aparat terjadi di sedikitnya 20 kota. Militer dikerahkan ke berbagai kota, pengunjuk rasa memblokir jalan, melempar batu dan membakar.

Dilansir dari laman National Public Radio, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Khalifa Chibani mengatakan kepada kantor berita TAP, sedikitnya 58 anggota aparat keamanan terluka dan 57 mobil polisi dirusak. Dia juga menuturkan pendemo yang ditangkap adalah mereka yang mencuri, menjarah dan membakar toko-toko.

Polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata di Ibu Kota Tunis dan Kota Tebourba.

Demo kecil berawal pada Ahad lalu dan membesar keesokan harinya setelah seorang pengunjuk rasa tewas di Tebourba. The Guardian melaporkan polisi mengaku tidak membunuh pendemo itu dan menyebut dia punya masalah pernapasan.

Sejak awal Januari pemerintah menaikkan sejumlah harga barang untuk menekan angka defisit. Reuters menyebut harga bahan bakar, sumbangan uang pensiun, pajak mobil, ponsel, internet, hotel semuanya naik.

"Demo ini menentang naiknya biaya hidup," kata seorang pendemo di Tunis kepada BBC. "Biaya obat naik, semuanya naik, sementara gaji tetap. Menurut saya sekarang bukan waktu yang tepat menaikkan harga."

Lembaga Dana Keuangan Internasional (IMF) memberi pinjaman sebesar USD 2,9 miliar kepada Tunisia pada 2015 dengan syarat pemerintah harus menekan defisit anggaran.

Tunisia menjadi negara pertama terjadinya gerakan Musim Semi Arab pada 2011 dan dianggap sebagai negara yang relatif demokratis dan sukses dengan gerakan itu. Demo besar-besarkan ketika itu membuat diktator Zine al-Abidin Ben Ali lengser.

Namun sejak itu Tunisia mengalami sembilan kali pergantian pemerintahan sementara masalah ekonomi terus memburuk. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Tunisia
  2. Demo
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.