Enam Fakta Menarik tentang Masjid Sunan Giri di Gresik dan Makam-makam Sejarahnya

Cari enam informasi menarik mengenai Masjid Sunan Giri di Gresik.

Dyah Ayu Pamela
Oleh Dyah Ayu Pamela - Reporter
Enam Fakta Menarik tentang Masjid Sunan Giri di Gresik dan Makam-makam Sejarahnya
Masjid Sunan Giri di Gresik Jawa Timur. (Dok: IG https://www.instagram.com/p/Cmk-CKGv8fM/? (© 2025 Liputan6.com)

Masjid Sunan Giri yang terletak di Gresik merupakan salah satu tempat ibadah yang kaya akan sejarah dan keunikan. Didirikan oleh Sunan Giri, seorang anggota Wali Songo, masjid ini menjadi bukti sejarah penyebaran Islam di pulau Jawa. Menelusuri sejarah masjid ini akan membawa Anda ke dalam perjalanan perkembangan penyebaran agama Islam di Nusantara.

Selain sebagai tempat untuk beribadah, masjid Sunan Giri juga menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi oleh orang-orang. Ketika Anda berada di Gresik, sangat disarankan untuk menjadikan masjid ini sebagai salah satu tempat yang harus dikunjungi, dilansir Merdeka.com, Selasa(11/3/2025). Berikut 6 Fakta Masjid Sunan Giri :

Didirikan oleh Sunan Giri

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman Dunia Masjid, pada hari Senin, 10 Maret 2025, masjid ini didirikan oleh Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin) sekitar tahun 1544. Meskipun bangunan yang ada saat ini adalah hasil renovasi, namun arsitekturnya tetap mencerminkan gaya masjid kuno.

Nama masjid ini diambil dari pendirinya dan letaknya yang berada di daerah perbukitan, yang dalam bahasa Jawa disebut giri. Terletak di Gresik, yang berdekatan dengan Surabaya, wilayah ini juga dikenal sebagai salah satu pusat perekonomian di Jawa Timur.Lokasi masjid ini sangat menarik.

Dengan posisinya yang berada di ketinggian, pengunjung perlu mendaki sekitar satu kilometer untuk mencapai tempat ini. Bagi mereka yang tidak ingin berjalan kaki, tersedia andong (delman) dan ojek motor dengan tarif yang terjangkau. Hal ini tentu saja memudahkan akses ke masjid bagi semua orang yang ingin berkunjung.

Tempat Pemakaman yang Menarik

6 Fakta Menarik Masjid Sunan Giri Gresik yang Dikelilingi 300 Makam
Masjid Sunan Giri di Gresik Jawa Timur. (Dok: IG https://www.instagram.com/p/Cmk-CKGv8fM/? © 2025 Liputan6.com

Di sekitar area masjid, terdapat sekitar 300 makam, termasuk di antaranya adalah makam utama Sunan Giri. Nisan-nisan yang berada di sana terbuat dari batu hitam, yang mirip dengan material yang digunakan pada candi atau arca dari era Hindu-Buddha.

Hal ini menunjukkan betapa dalamnya akar sejarah dan budaya yang terjalin di lokasi ini. Renovasi bersejarah juga merupakan aspek penting dalam narasi Masjid Sunan Giri. Masjid yang awalnya dibangun dari kayu ini telah melalui beberapa kali renovasi, dengan renovasi pertama yang tercatat terjadi pada tahun 1857 dan yang terakhir pada tahun 1982.

Meskipun telah direnovasi, bentuk arsitektur masjid tetap mempertahankan ciri khas dari masjid kuno. Bahkan, pada tahun 2024, masjid dan makam Sunan Giri akan mendapatkan sertifikat resmi.

Akulturasi Budaya dalam Arsitektur

Masjid Sunan Giri juga menampilkan nilai akulturasi budaya yang sangat menarik. Arsitekturnya merupakan kombinasi antara elemen-elemen pra-Islam dan struktur masjid kuno. Di dalam masjid terdapat empat pilar utama (soko guru) serta atap tumpang tiga yang berbentuk buah nanas, yang merupakan salah satu ciri khas dari bangunan Hindu. Ini mencerminkan bagaimana Islam dan budaya lokal saling berinteraksi pada masa penyebaran agama di wilayah Jawa Timur.

Pemakaman Bersejarah yang Ada

6 Fakta Menarik Masjid Sunan Giri Gresik yang Dikelilingi 300 Makam
Masjid Sunan Giri di Gresik Jawa Timur. (Dok: IG https://www.instagram.com/p/Cmk-CKGv8fM/? © 2025 Liputan6.com

Ketika memasuki area masjid, para pengunjung akan disambut oleh sekitar enam blok pemakaman yang terletak di kiri dan kanan gerbang masuk, serta di sepanjang tangga yang mengarah ke masjid. Di sebelah kiri masjid, terdapat makam utama Sunan Giri. Jika dihitung secara keseluruhan, terdapat sekitar 300 makam yang ada di kompleks Sunan Giri. Nisannya memiliki bentuk yang hampir serupa dan tidak tertera nama, terbuat dari batu hitam yang banyak digunakan pada era kejayaan Hindu dan Budha.

Dulunya Ada Pesantren

Walaupun masjid ini merupakan warisan sejarah, sebagai tempat ibadah, masjid ini tetap ramai dikunjungi oleh jamaah untuk melaksanakan shalat rawatib maupun shalat Jumat. Pada bulan-bulan tertentu, seperti Muharam, Dzulhijjah, dan Rabi'ul Awal, masjid ini menjadi tujuan banyak peziarah dari luar Jawa, termasuk dari Sumatra dan Kalimantan.

Meskipun pesantren yang didirikan oleh Sunan Giri kini sudah tidak ada, kegiatan pengajian masih tetap berlangsung dalam bentuk majelis taklim, yang mencakup pengajian untuk ibu/bapak, anak-anak, dan remaja.

Bangunan Tersebut Terbuat dari Kayu

6 Fakta Menarik Masjid Sunan Giri Gresik yang Dikelilingi 300 Makam
Masjid Sunan Giri di Gresik Jawa Timur. (Dok: IG https://www.instagram.com/p/Cmk-CKGv8fM/? © 2025 Liputan6.com

Masjid Sunan Giri yang kita saksikan saat ini bukanlah masjid yang pertama kali didirikan oleh Sunan Giri. Bangunan asli masjid tersebut terbuat dari material kayu, sedangkan struktur masjid yang ada sekarang telah beralih ke tembok beton permanen. Meskipun demikian, desain arsitektur masjid ini masih mencerminkan bentuk masjid kuno yang didirikan oleh Sunan Giri pada tahun 1544 Masehi.

Seiring dengan berjalannya waktu dan kondisi bangunan yang semakin menurun, pada tahun 1857, ketika masjid ini telah berusia sekitar 313 tahun, dilakukan renovasi pertama. Namun, tidak ada catatan mengenai berapa kali renovasi dilakukan setelah itu. Renovasi terakhir yang tercatat adalah pada tahun 1982, yang diresmikan oleh Bupati KDH Tingkat II Gresik pada tanggal 17 Desember 1982.

Sebagai situs bersejarah, Masjid Sunan Giri telah diakui oleh pemerintah Hindia Belanda dan didaftarkan dalam "monumenten ordonantie" dengan nomor staat blaad 238 pada tahun 1931. Saat ini, masjid tersebut berada di bawah pengawasan Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala.

Dengan demikian, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga merupakan warisan budaya yang penting bagi masyarakat. Keberadaannya menunjukkan betapa pentingnya sejarah dan tradisi dalam perkembangan keagamaan di Indonesia.

Rekomendasi