Pentingnya Sahur dalam Ramadhan, Arti dan Hikmah yang Harus Diketahui

Artikel ini menguraikan secara mendetail arti dari sahur, manfaatnya, doa-doa yang disarankan.

Woro Anjar Verianty
Oleh Woro Anjar Verianty - Reporter
Pentingnya Sahur dalam Ramadhan, Arti dan Hikmah yang Harus Diketahui
Foto Ilustrasi suasana keluarga sedang sahur dengan makanan bergizi seimbang dilengkapi dengan segelas MILO. Document/ Nestle Indonesia (© 2025 Liputan6.com)

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, sahur menjadi salah satu kegiatan penting yang tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah puasa. Istilah sahur berasal dari bahasa Arab dan lebih dari sekadar kegiatan makan dan minum di pagi buta; ia juga mengandung makna spiritual yang dalam bagi umat Islam.

Ketika kita membahas makna sahur, penting untuk menyadari bahwa ini merupakan tradisi yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam banyak hadits, dijelaskan bahwa sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat sebelumnya, yang menunjukkan betapa pentingnya aktivitas ini dalam ritual puasa Ramadhan.

Memahami makna sahur secara mendalam akan membantu kita menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan lebih bermakna. Sahur tidak hanya berfungsi sebagai sumber nutrisi untuk menjalani puasa, tetapi juga sebagai momen spiritual yang sarat berkah, di mana Allah SWT dan para malaikat memberikan rahmat kepada mereka yang melaksanakannya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini telah Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber mengenai pengertian dan hikmah sahur, pada Rabu (5/2).

Makna Sahur

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2025 dan Niatnya, Ada Puasa Apa Saja?
Ilustrasi Islami, keluarga muslim, silaturahmi, buka puasa. (Image by rawpixel.com on Freepik) © 2025 Liputan6.com

Sahur dalam konteks Islam memiliki makna yang sangat kaya dan luas. Dalam bahasa Arab, istilah sahur terdiri dari dua kata yang saling terkait. As-sahurr, dengan tanda baca fathah pada huruf sin, merujuk pada makanan dan minuman yang diambil untuk sahur.

Sedangkan as-suhuur, dengan dhommah pada huruf sin, mengacu pada proses atau kegiatan makan sahur itu sendiri. Para ahli agama telah memberikan penjelasan yang mendalam mengenai sahur.

Mereka menyatakan bahwa sahur adalah aktivitas makan dan minum yang dilakukan di waktu dini hari, dimulai dari tengah malam hingga menjelang fajar. Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas makan biasa, melainkan merupakan bagian penting dari ibadah puasa yang memiliki nilai spiritual yang tinggi.

Yusuf Qardhawi, dalam bukunya "Mukjizat Puasa", menjelaskan secara mendetail tentang sahur. Ia menyebutkan bahwa sahur adalah makanan yang dikonsumsi pada waktu dini hari, tepatnya setelah pertengahan malam hingga menjelang fajar.

Tujuan utama dari sahur adalah untuk memberikan kekuatan kepada orang yang berpuasa agar dapat menjalani hari puasa dengan lebih baik, terutama dalam menghadapi rasa lapar dan dahaga di siang hari.

Dalam praktiknya, sahur menjadi sebuah ritual yang menggabungkan aspek fisik dan spiritual. Melalui sahur, seorang Muslim tidak hanya mempersiapkan tubuhnya untuk berpuasa, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan keberkahan spiritual di waktu yang istimewa ini.

Selain itu, waktu sahur juga merupakan saat yang tepat untuk melakukan ibadah tambahan, seperti berdoa dan berdzikir, karena ini adalah waktu di mana Allah SWT menurunkan rahmat-Nya.

Dasar dan Hukum Sahur Dalam Agama Islam

Apa Hukumnya Orang yang Tidak Sahur tapi Puasa?
Ilustrasi muslimah, Islami. Credit: freepik.com © 2025 Liputan6.com

Anjuran untuk Melaksanakan Sahur

Pelaksanaan sahur memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA menyatakan: "Tasahharuu fa inna fis-suhuuri barakah", yang artinya: "Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah." (HR Bukhari).

Dalam hukum Islam, sahur termasuk sunnah mu'akkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al Khudri RA, di mana Rasulullah SAW bersabda: "As-suhuuru uklatun barakatun falaa tada'uuhu wa law an yajra'a ahadukum jar'atan min maa-in fa innallaha wa malaa-ikatahu yushalluuna 'alal mutasahhiriin", yang artinya: "Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air. Karena Allah SWT dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur)." (HR Ahmad)

Waktu dan Ketentuan Sahur

1. Waktu Pelaksanaan Sahur

Allah SWT telah menetapkan waktu untuk sahur dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 187: "Wa kuluu wasyrabuu hattaa yatabayyana lakumul khaithul abyadhu minal khaithil aswadi minal fajri tsumma atimmush-shiyaama ilal layl", yang artinya: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam."

2. Ketentuan Waktu yang Dianjurkan

Para ulama menganjurkan agar sahur dilaksanakan pada waktu akhir, mendekati waktu imsak. Hal ini memiliki beberapa hikmah, antara lain:

  1. Mempersingkat jarak antara sahur dan waktu puasa
  2. Memberikan energi yang lebih optimal untuk menjalani puasa
  3. Mendapatkan keberkahan waktu dini hari yang merupakan saat turunnya rahmat Allah
  4. Memungkinkan untuk melakukan ibadah tambahan seperti shalat tahajud dan berdoa

Hikmah dan Manfaat Sahur

Memahami Sahur Artinya Apa, Makna dan Hikmah di Balik Tradisi Ramadhan
Foto Ilustrasi suasana keluarga sedang sahur dengan makanan bergizi seimbang dilengkapi dengan segelas MILO. Document/ Nestle Indonesia © 2025 Liputan6.com

Sahur memiliki banyak hikmah dan manfaat yang sangat berharga bagi kehidupan seorang Muslim. Selain memberikan kekuatan fisik untuk menjalani puasa, sahur juga menyimpan berbagai keberkahan yang mendalam. Memahami hikmah dan manfaat sahur ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai serta memanfaatkan momen berharga ini dengan sebaik-baiknya.

Manfaat Spiritual yang Mendalam

Dari sudut pandang spiritual, sahur memberikan kesempatan istimewa bagi seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Waktu sahur adalah saat yang mustajab untuk berdoa, di mana Allah SWT menjanjikan pengabulan doa bagi hamba-Nya yang memohon pada waktu tersebut.

Selain itu, para malaikat memberikan shalawat kepada mereka yang melakukan sahur, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al Khudri RA. Selain itu, momen sahur juga merupakan waktu yang tepat untuk berdzikir dan beristighfar.

Keheningan di dini hari menciptakan suasana khusyuk untuk mengingat Allah SWT dan memohon ampunan atas segala dosa. Dengan melaksanakan sahur, seorang Muslim menunjukkan ketaatannya dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW, yang mengajarkan pentingnya sahur sebagai pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat terdahulu.

Keberkahan bagi Kesehatan Jasmani

Dari perspektif kesehatan, sahur memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi tubuh selama menjalani puasa. Makan sahur membantu menjaga stamina dan energi sepanjang hari, sehingga seseorang tetap produktif dalam menjalankan aktivitasnya.

Asupan nutrisi dan cairan saat sahur juga berperan penting dalam mencegah dehidrasi dan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil selama berpuasa. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa sahur membantu mencegah berbagai gangguan kesehatan yang mungkin muncul selama puasa.

Dengan makan sahur, kadar gula darah dapat terjaga lebih stabil, sistem pencernaan berfungsi lebih baik, dan tubuh memiliki waktu yang cukup untuk memproses nutrisi sebelum memulai puasa. Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tentang sahur sejalan dengan prinsip-prinsip kesehatan modern.

Penguatan Ikatan Sosial

Sahur juga memiliki dimensi sosial yang penting dalam membangun harmoni kehidupan bermasyarakat. Momen sahur menjadi waktu berkumpulnya keluarga di meja makan, memberikan kesempatan untuk mempererat hubungan dan komunikasi antar anggota keluarga.

Di tengah kesibukan sehari-hari, waktu sahur menjadi momen berharga untuk berbagi cerita dan perhatian dengan orang-orang terdekat. Dalam konteks yang lebih luas, tradisi sahur juga memperkuat ikatan sosial dalam komunitas.

Di berbagai daerah, masih ada tradisi membangunkan tetangga untuk sahur atau berbagi makanan sahur dengan tetangga sekitar. Kebiasaan ini tidak hanya mempererat hubungan antar tetangga, tetapi juga membangun tradisi positif yang bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Praktik sahur bersama ini juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti kepedulian sosial, kebersamaan, serta pentingnya berbagi dengan sesama. Melalui momen sahur, anak-anak dapat belajar tentang makna Ramadhan yang sesungguhnya, tidak hanya sebagai bulan menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai bulan untuk meningkatkan kepekaan sosial dan memperkuat tali silaturahmi.

Memahami sahur tidak hanya sebatas mengetahui artinya sebagai aktivitas makan dan minum sebelum fajar, tetapi juga mencakup dimensi spiritual yang mendalam. Sahur adalah salah satu karakteristik khusus yang membedakan puasa umat Islam dengan puasa umat-umat terdahulu, sekaligus menjadi bukti kasih sayang Allah SWT kepada umat-Nya.

Dengan melaksanakan sahur sesuai tuntunan yang diajarkan, kita tidak hanya mendapatkan kekuatan fisik untuk berpuasa, tetapi juga meraih keberkahan spiritual yang melimpah. Sahur menjadi momen istimewa di mana kita bisa lebih dekat dengan Allah SWT, mendapatkan curahan rahmat-Nya, serta shalawat dari para malaikat.

Rekomendasi