Jangan Diam! 5 Cara Menghadapi dan Mengatasi Perundungan di Lingkungan Kerja

Pelajari cara menangani perundungan di lingkungan kerja untuk tetap bersikap profesional dan menjaga kesehatan mental Anda.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Jangan Diam! 5 Cara Menghadapi dan Mengatasi Perundungan di Lingkungan Kerja
Ilustrasi bullying, perundungan. (Image by Freepik) (© 2025 Liputan6.com)

Perundungan di lingkungan kerja bukanlah masalah yang sepele. Setiap hari, banyak pegawai mengalami perlakuan tidak adil, baik secara verbal maupun non-verbal, yang berpengaruh negatif terhadap kesehatan mental dan produktivitas mereka. Menurut data dari Workplace Bullying Institute pada tahun 2021, sekitar 79,3 juta karyawan di Amerika Serikat mengalami perundungan, dengan 43,2% di antaranya terjadi dalam rapat virtual.

Dampak dari perundungan ini sangat serius. Korban sering kali mengalami stres berkepanjangan, kecemasan, dan bahkan depresi, yang pada akhirnya memengaruhi kinerja mereka. Bahkan, sebanyak 23% dari mereka memilih untuk mengundurkan diri demi menghindari lingkungan kerja yang tidak sehat. Selain itu, bentuk perundungan di tempat kerja sangat bervariasi, mulai dari pelecehan verbal, penyebaran rumor, pengabaian yang disengaja, hingga pencurian ide.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap karyawan untuk memahami cara menghadapi dan mengatasi perundungan ini agar tidak berdampak lebih jauh pada kesehatan mental maupun karier mereka. Dengan pengetahuan dan strategi yang tepat, karyawan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

Menghadapi perundungan memerlukan keberanian dan dukungan, baik dari rekan kerja maupun manajemen, untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman bagi semua pihak, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Kamis(30/1/2025).

1. Pahami Ciri-ciri dan Tanda-tanda Perundungan

Perundungan di lingkungan kerja dapat muncul dalam berbagai bentuk dan sering kali tidak disadari oleh para korban.

Beberapa contoh umum dari perundungan termasuk penugasan yang berlebihan tanpa alasan yang jelas, pelecehan verbal berupa ejekan atau komentar merendahkan, penyebaran rumor negatif, serta ancaman terselubung yang bertujuan untuk mengintimidasi korban.

Korban sering kali merasa bingung untuk menentukan apakah mereka benar-benar mengalami perundungan atau hanya sekadar menghadapi konflik biasa di tempat kerja. Oleh karena itu, penting untuk mengenali beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  1. Mendapatkan tugas yang tidak sebanding dengan rekan-rekan kerja lainnya.
  2. Sering menerima kritik yang tidak konstruktif dan berulang-ulang.
  3. Dijadikan bahan lelucon atau diabaikan oleh rekan kerja.
  4. Dihalang-halangi dalam meraih promosi atau kesempatan untuk berkembang.

Menyadari tanda-tanda perundungan adalah langkah awal yang penting untuk mengambil tindakan yang tepat. Dengan memahami berbagai bentuk perundungan ini, karyawan dapat lebih waspada dan berupaya mencari solusi yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Tetaplah Tenang dan Jangan Mudah Terpengaruh

Salah satu tujuan utama dari individu yang melakukan perundungan adalah untuk memicu reaksi emosional dari korban. Mereka biasanya ingin melihat korban merasakan kesedihan, ketakutan, atau rasa putus asa. Oleh karena itu, sangat penting bagi korban untuk tetap tenang saat menghadapi situasi tersebut.

Mengembangkan kemampuan dalam mengontrol emosi merupakan langkah awal yang sangat penting. Cobalah untuk tidak menunjukkan ekspresi ketakutan atau kemarahan yang hanya akan memperburuk keadaan. Sebagai alternatif, latihlah diri untuk merespons dengan sikap yang tenang dan percaya diri.

Jika memungkinkan, hindarilah berkonfrontasi secara langsung dengan pelaku ketika emosi sedang tidak stabil. Sebaliknya, arahkan perhatian pada upaya mencari solusi jangka panjang agar perundungan tidak terus berlanjut. Dengan cara ini, korban dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Penting untuk diingat bahwa "mengembangkan kontrol emosi menjadi langkah awal yang krusial." Fokus pada pengembangan diri dan strategi yang tepat akan membantu korban menghadapi situasi perundungan dengan lebih baik.

3. Laporkan dan Gunakan Kebijakan Perusahaan Sebaik-baiknya

Setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan atau kode etik yang mengatur tentang perundungan di lingkungan kerja. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami regulasi tersebut dan memanfaatkannya sebagai alat untuk melawan tindakan yang tidak adil.

Jika perundungan mulai mengganggu aktivitas kerja Anda, segera laporkan insiden tersebut kepada atasan atau departemen HRD. Pastikan laporan yang Anda buat dilengkapi dengan bukti yang kuat, seperti email, pesan teks, atau saksi yang dapat mendukung pernyataan Anda.

HRD dan atasan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua karyawan. Jika mereka tidak mengambil tindakan yang diperlukan dengan cepat, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengajukan keluhan kepada pihak yang lebih tinggi.

Dalam situasi yang lebih serius, mencari bantuan hukum mungkin menjadi langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-hak Anda. Memastikan bahwa tindakan perundungan tidak dibiarkan begitu saja adalah hal yang krusial untuk menciptakan suasana kerja yang positif.

4. Kumpulkan Bukti sebagai Langkah Perlindungan Diri

Mengumpulkan bukti adalah langkah krusial ketika menghadapi kasus perundungan di lingkungan kerja. Setiap bentuk perundungan yang terjadi perlu didokumentasikan, baik dalam bentuk tulisan, rekaman suara, maupun tangkapan layar dari percakapan yang mengandung unsur intimidasi.

Memiliki bukti yang kuat sangat bermanfaat jika Anda memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut kepada HRD atau pihak berwenang. Selain itu, bukti ini juga berfungsi sebagai perlindungan jika masalah tersebut berkembang menjadi lebih serius di kemudian hari.

Usahakan untuk mencatat waktu dan tempat kejadian, serta identitas para pelaku yang terlibat. Semakin rinci bukti yang Anda kumpulkan, semakin besar peluang untuk mendapatkan keadilan dalam menghadapi pelaku perundungan.

Hal ini sangat penting, karena tanpa bukti yang cukup, proses penyelesaian masalah bisa menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, jangan remehkan pentingnya pengumpulan bukti dalam situasi seperti ini.

5. Carilah Dukungan dan Pikirkan Alternatif Lain

Menangani perundungan di lingkungan kerja dapat menjadi tantangan yang sangat mempengaruhi kesehatan mental. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendapatkan dukungan dari kolega yang dapat dipercaya, anggota keluarga, atau bahkan tenaga profesional seperti psikolog.

“Berbicara dengan orang lain dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan dan memberikan perspektif baru dalam menyelesaikan masalah.”

Diskusi dengan orang lain dapat memberikan rasa lega dan membantu menemukan solusi yang lebih efektif. Jika perundungan tersebut berlanjut dan mulai memengaruhi kesehatan mental Anda secara serius, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain sebagai langkah terbaik.

Namun, sebelum memutuskan untuk berpindah, penting untuk memiliki rencana yang matang, baik dari segi finansial maupun karier. Lakukan evaluasi terhadap prospek karier Anda dan teliti apakah lingkungan kerja yang baru bisa memberikan kondisi yang lebih baik untuk kesejahteraan Anda.

Apakah mencari pekerjaan baru merupakan satu-satunya jalan keluar?

Lingkungan kerja yang sangat beracun dapat berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Dalam situasi seperti ini, mencari pekerjaan baru mungkin merupakan langkah yang paling bijak.

Ketika seseorang merasa terjebak dalam lingkungan yang tidak mendukung, penting untuk mempertimbangkan opsi lain yang lebih sehat. Memutuskan untuk mencari pekerjaan baru bisa jadi adalah solusi terbaik untuk menjaga kesejahteraan mental.

Rekomendasi