Beredar Kabar Anggota Polres Jeneponto Mogok Kerja, Polda Sulsel Pastikan Hoaks

Komang menilai munculnya informasi hoaks tersebut karena ada pihak-pihak yang ingin membenturkan dan menyangkutpautkan masalah sebelumnya dengan TNI.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Beredar Kabar Anggota Polres Jeneponto Mogok Kerja, Polda Sulsel Pastikan Hoaks
Ilustrasi berita Hoax. ©2016 Merdeka.com

Sebuah informasi beredar menyebut sejumlah personel Kepolisian Resor Jeneponto melakukan aksi mogok usai penyerangan dan perusakan beberapa hari lalu. Informasi tersebut langsung dibantah Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Komisaris Besar Komang Suartana mengatakan pihaknya mengetahui terkait beredarnya informasi sejumlah personel Polres Jeneponto mogok kerja. Narasi informasi yang beredar di WhatsApp Grup tersebut menyebutkan pos penjagaan di Mapolres Jeneponto dan Posko Operasi Ketupat 2023 dalam kondisi tidak ada orang berjaga.

"Dalam narasi di grup WhatsApp itu menuliskan 'Semua Anggota Polres Mogok Kerja, Penjagaan Kosong, Posko Ops Ketupat Kosong, dan mereka beramai-ramai keluar group WA Polres Jeneponto, dan Wakapolres Jeneponto berusaha meredam kekesalan anggotanya'," tuturnya.

Komang menyebut informasi itu tidak benar alias hoaks. Ia menegaskan Polda Sulsel sudah melakukan kroscek secara langsung di Jeneponto.

"Kami tegaskan bahwa berita yang beredar tidak benar atau Hoaks yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Diharapkan masyarakat tidak terprovokasi oleh berita berita yg menyesatkan," tegas mantan Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Komang menilai munculnya informasi hoaks tersebut karena ada pihak-pihak yang ingin membenturkan dan menyangkutpautkan masalah sebelumnya dengan TNI.

"Dengan adanya berita yang beredar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan itu, ingin membenturkan TNI dengan Polri," ucapnya.

Rekomendasi