CEK FAKTA: Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Melawan Kanker?

Klaim bahwa vitamin D dapat melawan, mencegah, dan menyembuhkan kanker belum dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Para peneliti tidak menyarankan mengonsumsi vitamin D secara tunggal untuk proses penyembuhan akan lebih efektif daripada perawatan kanker yang ada.

Rita
Oleh Rita - Reporter
CEK FAKTA: Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Melawan Kanker?
Ilustrasi vitamin D. ©2022 Merdeka.com/Liputan6.com

Sebuah klaim beredar di media sosial Twitter menyebut bahwa vitamin D merupakan obat paling efektif untuk mengobati dan mencegah kanker. Klaim itu diunggah oleh akun @thehealthb0t pada 7 Oktober 2022 dan mendapat lebih dari seribu likes.

"Vitamin D adalah satu-satunya obat yang paling efektif melawan kanker, jauh melampaui manfaat obat kanker yang dikenal ilmu pengetahuan modern," tulis akun tersebut dalam terjemahan Bahasa Indonesia.

Penelusuran

Dilansir dari reuters.com, tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan klaim vitamin D dapat melawan kanker.

Sementara itu, Jeffrey Linder, kepala umum penyakit dalam di Sekolah Kedokteran Feinberg Northwestern mengatakan bahwa orang yang memiliki kadar vitamin D rendah lebih berisiko terkena kanker.

Meski begitu dia juga tak punya data kuat mereka yang mengonsumsi vitamin D akan jauh dari kanker. "Tidak pernah ditunjukkan, di antara orang dewasa yang sehat, bahwa suplementasi dengan vitamin D mengurangi risiko kanker."

Penelitian lain pada 2020 menungkapkan hasil percobaan yang dilakukan dengan memberikan suplemen vitamin D setiap hari selama 5 tahun. Hasilnya suplemen vitamin D mengurangi kasus kanker stadium lanjut (metastasis atau fatal) pada orang dewasa tanpa diagnosis kanker di awal. Pengurangan risiko kanker terkuat terjadi pada individu dengan berat badan normal.

Pada orang dengan berat badan yang normal, risikonya turun sebesar 38%. Sementara, di antara mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas, tidak terdapat pengurangan risiko.

Kesimpulan yang didapat dari laman harvard.edu, orang dengan berat badan sehat yang berisiko terkena kanker, baik karena indikasi gaya hidup atau riwayat penyakit keluarga, akan masuk akal jika mengonsumsi suplemen vitamin D setiap hari mulai sekitar usia 50 tahun.

Sementara itu, analisis terbaru diterbitkan oleh jamanetwork.com pada 21 Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan mengonsumsi multivitamin tidak memiliki manfaat dalam mengurangi kematian secara keseluruhan, akibat penyakit kardiovaskular, atau kematian terkait kanker. Begitupun vitamin D yang diklaim mengurangi kematian.

Bahkan, beberapa vitamin, seperti vitamin A dan vitamin D, dapat membahayakan jika dikonsumsi dalam dosis berlebihan.

United States Preventive Services Task Force (USPSTF) menyimpulkan nutrisi tunggal atau berpasangan lainnya serta multivitamin, belum cukup bukti untuk menentukan keseimbangan manfaat dan bahaya suplemen untuk pencegahan penyakit kardiovaskular atau kanker.

Kesimpulan

Klaim bahwa vitamin D dapat melawan, mencegah, dan menyembuhkan kanker belum dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Para peneliti tidak menyarankan mengonsumsi vitamin D secara tunggal untuk proses penyembuhan akan lebih efektif daripada perawatan kanker yang ada.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.health.harvard.edu/cancer/vitamin-d-supplements-may-reduce-risk-of-invasive-cancer
https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2773074
https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2793451
https://www.reuters.com/article/factcheck-cancer-vitamin-d/fact-check-vitamin-d-is-not-the-most-effective-medicine-against-cancer-idUSL1N31B17L

Reporter Magang: Aslamatur Rizqiyah

Halaman
Rekomendasi