Beredar unggahan yang mengklaim Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus membuat pernyataan memperingatkan beberapa negara jika memberikan suntikan booster vaksin Covid-19 dapat membunuh anak-anak. Unggahan itu berbunyi:
"Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus membunyikan alarm pada suntikan booster pada anak-anak."
Unggahan tersebut menyertakan tangkapan layar dari tweet yang menunjukkan video Tedros pada konferensi pers. Terdapat kutipan Tedros yang mengatakan: "Beberapa negara menggunakan untuk memberikan booster untuk membunuh anak-anak, yang tidak benar."
Penelusuran
Dilansir dari factcheck.afp.com, terdapat kalimat yang dipenggal dan diinterpretasikan secara keliru. Penggalan video itu diambil dari YouTube yang diposting oleh media yang berafiliasi dengan pemerintah Rusia, Ruptly, pada 21 Desember. Klip itu menunjukkan pernyataan Tedros selama konferensi pers virtual WHO pada 20 Desember.
Dalam video tersebut, Tedros mengatakan tentang booster: "Ada bukti baru yang muncul sekarang tentang manfaatnya, terutama dengan kelompok lanjut usia, warga lanjut usia, terutama di atas 65 tahun dan di atas 60 tahun.
“Jadi, kalau mau digunakan lebih baik fokus pada kelompok yang berisiko penyakit parah dan kematian, daripada seperti yang kita lihat, beberapa negara menggunakan untuk memberikan booster kepada anak-anak (sic), yang tidak benar.
"Kemudian masalah kesetaraan muncul di sini. Daripada meningkatkan anak di negara-negara berpenghasilan tinggi, lebih baik memvaksinasi orang tua di negara-negara di mana orang tua belum divaksinasi, bahkan vaksin utama."
Komentar tersebut dipublikasikan dalam transkrip resmi konferensi pers WHO.
WHO mengatakan kepada AFP bahwa Tedros tergagap dalam konferensi pers dan komentarnya kemudian disalahartikan secara online.
"Saat mengucapkan kata 'anak-anak', dia terjebak pada suku kata pertama 'chil' dan yang keluar terdengar seperti 'cil/kill'", kata perwakilan WHO.
"Dia kemudian dengan benar melafalkan suku kata yang sama segera setelah itu, dengan itu keluar terdengar sebagai 'cil-anak'. Penafsiran lain dari ini 100% salah."
Kesimpulan
Video yang mengklaim Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan vaksin booster Covid-19 bisa membunuh anak-anak adalah keliru. Faktanya, pernyataan Tedros yang sebenarnya membahas ketidakadilan vaksin global - tidak mengomentari keamanan penguat vaksin Covid-19.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://factcheck.afp.com/http%253A%252F%252Fdoc.afp.com%252F9VD49D-1