CEK FAKTA: Hoaks Belum Ada Uji Coba Vaksin Sinovac Diberikan ke Anak

Faktanya, penggunaan Vaksin Sinovac telah disetujui digunakan pada anak usia 6-11 tahun oleh BPOM. Hal ini berdasarkan studi klinik di China dengan total subjek 1050 anak yang menunjukkan penggunaan Vaksin Sinovac pada anak usia 6-11 tahun aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
CEK FAKTA: Hoaks Belum Ada Uji Coba Vaksin Sinovac Diberikan ke Anak
Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun di SDN Cilandak. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Beredar video di aplikasi WhatsApp yang memperlihatkan seorang pria sedang memberikan informasi terkait vaksin Sinovac. Pada awal video, pria itu mengklaim bahwa vaksin Sinovac yang beredar di Indonesia saat ini belum dilakukan uji coba kepada anak-anak.

"blm di uji coba kok brani ksh percobaan ke ank negri..!!!??" narasinya.

Penelusuran

Hasil penelusuran, melansir dari situs BPOM, saat ini penggunaan Vaksin Sinovac telah disetujui digunakan pada anak usia 6-11 tahun. Persetujuan perluasan indikasi ini diperoleh setelah dilakukan pembahasan dan pengkajian bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) terhadap aspek khasiat dan keamanannya.

Aspek khasiat dan keamanan Vaksin Sinovac pada anak dinilai berdasarkan studi klinik di China dengan total subjek 1050 anak yang menunjukkan penggunaan Vaksin Sinovac pada anak usia 6-11 tahun aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Profil keamanan pada anak usia 6-11 tahun sebesar 11%, sebanding dengan profil keamanan pada usia 12-17 tahun yang sudah disetujui sebesar 14%. Semua laporan kejadian tidak diinginkan (adverse events) yang teramati termasuk dalam kategori grade 1 dan 2 (ringan hingga sedang).

Terkait dengan efek pembentukan respons imun (imunogenisitas) vaksin ini pada anak usia 6-11 tahun, hasil pengamatan uji antibodi netralisasi 28 hari setelah vaksinasi dosis ke-2 menunjukkan seropositive rates dan seroconversion rates mendekati 100%. Nilai titer antibodi (Geometric Mean Titre/GMT) pada anak lebih tinggi dari titer antibodi pada kelompok dewasa yang sudah diketahui efikasinya (GMT: 118,7 vs 14,1). Dari hasil studi-studi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Vaksin Sinovac dengan pemberian dosis 600 SU aman dan memberikan respons imun yang baik pada anak usia 6-11 tahun.

"Berdasarkan pertimbangan tersebut, Badan POM memutuskan bahwa permohonan penambahan indikasi Vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun dengan pemberian 2 dosis (600 SU atau 0,5mL/dosis) dalam interval pemberian 4 minggu, dapat diterima. Dengan persetujuan ini, maka Vaksin Sinovac merupakan vaksin pertama yang disetujui di Indonesia untuk anak usia 6-11 tahun," papar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam penjelasan pers yang disampaikan pada Hari Senin (01/11).

Sementara itu, dikutip dari merdeka.com, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, pemerintah memutuskan menggunakan Vaksin Sinovac untuk vaksinasi awal anak 6-11 tahun. Alasannya karena efek samping dari Vaksin Sinovac cenderung ringan dibandingkan dengan merek lain. Keputusan ini, dia mengungkapkan, dilakukan setelah mendapatkan kajian dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Berdasarkan kajian dari ITAGI dan BPOM berdasarkan beberapa evidence maka Sinovac ini mempunyai KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) yang kecil sehingga kita prioritaskan untuk anak," kata Dante di SDN Cempaka Putih Timur 03, Jakarta Pusat, Selasa (14/12).

Dia tidak menutup pilihan jika akan menggunakan vaksin merek Pfizer atau Moderna dan merek lainnya. Hanya saja untuk tahap awal vaksinasi anak, Dante mengalokasikan Sinovac sebagai vaksin Covid-19 pertama.

"Untuk saat ini vaksin yang tersedia untuk anak-anak kita utamakan untuk Sinovac terlebih dahulu," tandasnya.

Jeda penyuntikan pertama ke suntikan kedua yaitu 28 hari. Dengan tiap suntikan yaitu 0,5 ml.

Secara umum, efek samping vaksin Sinovac yang dihimpun Komnas KIPI, antara lain:

Reaksi lokal (di tempat suntikan)

Nyeri di tempat suntikan

Kemerahan

Pengerasan

Bengkak

Reaksi sistemik

Demam

Lemas

Nyeri otot

Lain-lain

Mengantuk

Pusing

Sakit kepala

Gatal

Kesemutan

Nyeri leher

Mati rasa di leher

Nyeri sendi

Nyeri punggung

Hidung tersumbat

Nyeri saat menelan

Batuk

Common cold atau flu

Mual

Muntah

Selera makan meningkat

Nyeri perut

Kesimpulan

Klaim bahwa vaksin Sinovac yang beredar di Indonesia saat ini belum dilakukan uji coba kepada anak-anak adalah tidak benar. Faktanya, penggunaan Vaksin Sinovac telah disetujui digunakan pada anak usia 6-11 tahun oleh BPOM. Hal ini berdasarkan studi klinik di China dengan total subjek 1050 anak yang menunjukkan penggunaan Vaksin Sinovac pada anak usia 6-11 tahun aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://pom.go.id/new/view/more/pers/628/Persetujuan-Penggunaan-Vaksin-Sinovac-untuk-Anak-Usia-6-----11-Tahun-.html

https://www.merdeka.com/peristiwa/kemenkes-jelaskan-alasan-gunakan-vaksin-sinovac-untuk-anak-6-11-tahun.html

https://www.kominfo.go.id/content/detail/38890/hoaks-vaksin-sinovac-belum-dilakukan-uji-coba-untuk-anak-anak-indonesia/0/laporan_isu_hoaks

Rekomendasi