CEK FAKTA: Tidak Benar Formaldehida dalam Vaksin Menyebabkan Leukemia Pada Anak

Kandungan formaldehida dalam vaksin bisa menyebabkan leukemia pada anak tidak benar. Tidak ada hubungan yang diketahui antara formaldehida dalam vaksin dan leukemia pada anak.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
CEK FAKTA: Tidak Benar Formaldehida dalam Vaksin Menyebabkan Leukemia Pada Anak
ilustrasi vaksin. ©2015 Merdeka.com/ www.fromquarkstoquasars.com

Kabar formaldehida dalam vaksin bisa menyebabkan leukemia di kalangan anak-anak beredar di media sosial.

Klaim ini dimulai dari cerita seorang yang berprofesi sebagai pembalsem selama 18 tahun. Ia menyimpulkan kematian pada anak-anak disebabkan leukemia karena sering disuntik vaksin.

"Saya adalah pembalsem selama 18 tahun. Kanker yang paling umum diderita oleh pembalsem adalah leukemia akibat paparan formaldehida. Anak-anak sekarang disuntik dengan lusinan lebih banyak vaksin daripada yang kita terima sebagai anak-anak dan salah satu bahannya adalah formaldehida (digunakan sebagai pengawet vaksin). Kanker anak nomor satu adalah leukemia."

Penelusuran

Hasil penelusuran kandungan formaldehida dalam vaksin menyebabkan leukemia pada anak-anak, mengarah pada artikel AFP Fact Check dengan judul: "False claim circulates online that formaldehyde in vaccines can cause childhood leukemia".

Dr Seong Lin Khaw, seorang penelitian senior di Institut Penelitian Walter dan Elizabeth Hall, mengatakan tingkat formaldehida yang ada dalam beberapa vaksin aman untuk manusia.

"Tingkat jejak formaldehida yang ada dalam beberapa vaksin jauh lebih rendah daripada tingkat formaldehida alami yang diproduksi secara fisiologis sebagai bagian dari metabolisme normal atau hadir dalam makanan seperti buah-buahan," kata Dr Lin Khaw.

"Dengan cara yang sama, paparan sinar matahari aman untuk tingkat tertentu dan terkait dengan peningkatan risiko kanker kulit pada titik yang menyebabkan kulit terbakar, risiko kanker yang terkait dengan formaldehida berkorelasi dengan tingkat paparan. Tingkat paparan melalui vaksin jauh di bawah ambang batas aman, berada dalam tingkat fisiologis, tidak seperti tingkat yang jauh lebih tinggi yang terkait dengan paparan pekerjaan jangka panjang," tambahnya

Penjelasan soal formaldehida juga ditemukan di situs University of Oxford’s Vaccine Knowledge Project, dijelaskan jika kandungan formaldehida dalam vaksin aman.

"Jumlah formaldehida alami dalam darah bayi berusia dua bulan (total sekitar 1,1 miligram) adalah 10 kali lebih besar daripada jumlah yang ditemukan dalam vaksin mana pun (kurang dari 0,1 miligram)."

Sementara itu, Dr Natasha Crowcroft, Direktur Pusat Penyakit yang Dapat Dicegah Vaksin di Universitas Toronto mengatakan kepada AFP bahwa dosis yang ditemukan dalam vaksin dan pembalseman tidak sebanding.

"Untuk membalsem tubuh, Anda membutuhkan 6-10 liter formaldehida - sama sekali tidak seperti jumlah kecil dalam vaksin," katanya

Faktor risiko untuk anak-anak terkena leukemia sebagian besar tidak diketahui, kata Kathryn Huntley, manajer umum Leukemia Foundation, bisa jadi disebabkan karena faktor keturunan.

"Namun, dua jenis leukemia yang umum terjadi pada anak-anak, Leukemia Limfoblastik Akut (ALL) dan Leukemia Myeloid Akut (AML), dan kami juga mengetahui bahwa beberapa anak mungkin berisiko lebih tinggi terkena leukemia, seperti anak-anak yang memiliki kelainan bawaan. atau kelainan darah yang sudah ada sebelumnya, atau yang memiliki saudara kandung yang telah didiagnosis dengan leukemia," katanya.

Kesimpulan

Kandungan formaldehida dalam vaksin bisa menyebabkan leukemia pada anak tidak benar. Tidak ada hubungan yang diketahui antara formaldehida dalam vaksin dan leukemia pada anak.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Rekomendasi